<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775</id><updated>2011-04-22T12:27:17.835+08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Tentang Blog Ini'/><category term='Esai'/><category term='Kliping Berita'/><title type='text'>jejak sajak mustafa ismail</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-1047536452830078937</id><published>2008-12-07T11:35:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T11:36:02.146+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Memo Sigli (2)</title><content type='html'>apakah perlu kutuliskan semuanya &lt;br /&gt;keterharuan membaca bibir langit mengucap sejumlah luka&lt;br /&gt;air mataku tampaknya tidak pernah cukup untuk&lt;br /&gt;menina-bobokanmu dalam jaman ini&lt;br /&gt;apalagi mengajakmu lari dari kenyataan yang sakit&lt;br /&gt;hari-hari tetap saja kegelapan&lt;br /&gt;hari-hari tetap juga kebahagiaan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita belajar menulis dan membaca&lt;br /&gt;adalah untuk memahami makna dari segala keperihan&lt;br /&gt;tanpa sempat menukilkan kisah senyum sebuah musim pun&lt;br /&gt;dalam agenda yang tiap hari kita bawa&lt;br /&gt;kecuali jam kerja dan kesibukan yang kita tulis&lt;br /&gt;dengan pesona ari mata&lt;br /&gt;dengan sekian kesabaran yang kita eja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau bercerita bahwa langit adalah kekeringan&lt;br /&gt;aku telah duluan paham akan panasnya perjalanan&lt;br /&gt;tiap jam harus kita tempuh &lt;br /&gt;sementara hujan tak lain sebuah impian yang kerap berakhir dengan kekosongan&lt;br /&gt;maka doa-doa menjadi penghibur abadi episode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigli, 18 agustus 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-1047536452830078937?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/1047536452830078937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=1047536452830078937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1047536452830078937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1047536452830078937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/memo-sigli-2.html' title='Memo Sigli (2)'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2363485590439646526</id><published>2008-12-07T11:30:00.002+08:00</published><updated>2008-12-07T11:33:01.601+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping Berita'/><title type='text'>Suami Istri Luncurkan Bareng Buku Sastra</title><content type='html'>Suami Istri Luncurkan Bareng Buku Sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0712/16/nas9.htm"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt;, Minggu, 16 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang, CyberNews. Pasangan suami-istri penulis sastra, Mustafa Ismail dan Dianing Widya Yudhistira meluncurkan bukunya masing-masing di Perpustakaan Daerah Provinsi Banten, Jalan Saleh Baimin Nomor 6, Serang, Banten, Sabtu (15/12).&lt;br /&gt;Mustafa meluncurkan buku kumpulan puisinya berjudul "Tarian Cermin" (terbitan ASA dan BRR, 2007) dan Dianing Widya meluncurkan novelnya "Perempuan Mencari Tuhan" (terbitan Penerbit Republika, 2007). Acara ini diadakan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Banten bekerja sama dengan Perpustakaan Daerah Provinsi&lt;br /&gt;Banten dan Penerbit Republika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara peluncuran dua buku ini, menurut ketua panitia peluncuran Gito Waluyo, diisi dengan pementasan pembacaan puisi karya Mustafa Ismail "Tarian Cermin" dan pembacaan penggalan novel "Perempuan Mencari Tuhan" oleh kelompok Teater Wajah, Teater Anonimus, Kubah Budaya, penyair Ibnu PS Meganda, dan Saparudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku "Tarian Cermin" berisikan 100 puisi Mustafa Ismail yang ditulis dalam rentang 10 tahun, yakni 1993-2003. Sebagian besar puisi-puisi itu pernah dimuat di media cetak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, "Perempuan Mencari Tuhan" adalah novel Dianing yang kedua. Novel ini pernah dimuat secara bersambung di Harian Republika. Novel pertamanya "Sintren" diterbitkan oleh Grasindo (2007) kini masuk lima besar kompetisi Khatulistiwa Literary Award (KLA) untuk kategori prosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perempuan Mencari Tuhan" bercerita tentang seorang gadis yang dapat melihat peristiwa masa lalu, kini dan masa depan. Kelebihan itu membuatnya tersiksa. Suatu kali, ia tahu bakal terjadi musibah besar di kota itu, tapi orang-orang tak percaya, termasuk para pemimpin. Ketika musibah itu benar-benar terjadi, gadis itu makin tersiksa. Bahkan ia bimbang dan mempertanyakan keberadaan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, kedua buku itu telah diluncurkan di Auditorium Gedung IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Rabu (12/12) lalu, di sela-sela kegiatan Piasan Sastra Aceh. Acara itu disertai dengan baca karya para pengarang oleh sejumlah sastrawan, mahasiswa, dan akademisi UI, antara lain sastrawan Dato’ Kemala dari Malaysia dan D Kemalawati (Aceh), serta oleh kedua pengarang buku itu.( mh habib shaleh/Cn08 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2363485590439646526?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2363485590439646526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2363485590439646526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2363485590439646526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2363485590439646526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/suami-istri-luncurkan-bareng-buku.html' title='Suami Istri Luncurkan Bareng Buku Sastra'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-3195955312632444775</id><published>2008-12-07T11:00:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T11:00:22.698+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Memo Sigli (1)</title><content type='html'>dalam diammu aku terharu menterjemahkan sejumlah malam&lt;br /&gt;berbaris dalam bahasa dan kenyataan laut&lt;br /&gt;kau melempar aku dalam keheningan terhebat&lt;br /&gt;memandang diri sendiri bercermin matamu&lt;br /&gt;hingga berkali-kali aku minum kehangatan &lt;br /&gt;yang aku sendiri tidak pernah mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau katakan hari adalah kesunyian&lt;br /&gt;aku pun terlempar dalam sumur yang kau sediakan&lt;br /&gt;mencoret-coret puisi tentang diri sendiri&lt;br /&gt;yang kehilangan di sejumlah perjalanan&lt;br /&gt;juga tentang perempuan yang kemarin melukis ombak &lt;br /&gt;lalu kembali ke kegelapan&lt;br /&gt;seperti burung-burung kembali menjelang malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katamu, laut adalah milik semua orang&lt;br /&gt;kau belum cukup mengukur lautku&lt;br /&gt;katakanlah ada angin bernyanyi&lt;br /&gt;dan kita sepakat untuk pulang; tetapi jalanan&lt;br /&gt;belum juga memberi kabar tentang kedatanganku&lt;br /&gt;yang tiba-tiba&lt;br /&gt;hingga waktu menjadi begitu sulit untuk dibaca&lt;br /&gt;seperti rahasianya hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigli, 17 Agustus 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-3195955312632444775?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/3195955312632444775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=3195955312632444775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3195955312632444775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3195955312632444775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/memo-sigli-1.html' title='Memo Sigli (1)'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-7558060108256576044</id><published>2008-12-07T10:58:00.002+08:00</published><updated>2008-12-07T10:59:15.129+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tentang Hujan</title><content type='html'>kotamu mencoret-coret hujan dalam &lt;br /&gt;buku harian yang baru saja kita buka&lt;br /&gt;tanpa kata, tanpa suara&lt;br /&gt;ketika aku terjebak disitu cuma keberanian&lt;br /&gt;yang menolongku&lt;br /&gt;orang-orang berjalan tanpa menoleh dan memberi salam&lt;br /&gt;“jangan tanyakan cinta kepadanya!”&lt;br /&gt;entah suara siapa mengusik&lt;br /&gt;sementara kau di rumah&lt;br /&gt;menonton televisi buat masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Desember 1995-10 Nopember 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-7558060108256576044?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/7558060108256576044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=7558060108256576044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7558060108256576044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7558060108256576044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/tentang-hujan.html' title='Tentang Hujan'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-329400078798433892</id><published>2008-12-07T10:58:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:58:32.775+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kenangan Hujan</title><content type='html'>dalam hujan, aku mencari tepi&lt;br /&gt;menyiapkan beberapa lembar kertas, pena, &lt;br /&gt;meneruskan surat-surat yang belum selesai&lt;br /&gt;kutuliskan&lt;br /&gt;juga mengerjakan PR sekolah, tugas kantor,&lt;br /&gt;dan menulis jadwal berkunjung ke rumahmu&lt;br /&gt;begitulah hari-hariku yang belum kau pahami&lt;br /&gt;mengisi kotak arloji dengan kesibukan&lt;br /&gt;sambil menjinakkan kebosanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga mencari kartu pos, menulis namamu&lt;br /&gt;berkali-kali dan membacanya berkali-kali pula&lt;br /&gt;hujan menjadi ilustrasi sunyi&lt;br /&gt;yang harus kuterjemahkan&lt;br /&gt;dalam kemeja yang basah: bahwa demikianlah&lt;br /&gt;suatu saat aku harus berjalan mendapatkanmu&lt;br /&gt;tanpa payung,&lt;br /&gt;tanpa angan-angan manis&lt;br /&gt;yang diam-diam membentuk keinginan dan cita-citamu&lt;br /&gt;terhadap hari-hari kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe, 11 Desember 1995&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-329400078798433892?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/329400078798433892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=329400078798433892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/329400078798433892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/329400078798433892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/kenangan-hujan.html' title='Kenangan Hujan'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2740668815935738802</id><published>2008-12-07T10:56:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:57:10.908+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Berlari-lari dalam Hujan</title><content type='html'>BERLARI-LARI DALAM  HUJAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berlari-lari dalam hujan&lt;br /&gt;girang dalam masa kanak-kanak&lt;br /&gt;menembus arca dan jalan asia afrika&lt;br /&gt;menemukan gadis-gadis yang kau ceritakan&lt;br /&gt;atau cerita “Bandung Lautan Api”&lt;br /&gt;di jalan yang menanjak&lt;br /&gt;juga di kemacetan pukul tiga sore&lt;br /&gt;saat aku ingin kembali ke Jakarta&lt;br /&gt;menemukan engkau disana&lt;br /&gt;meski harus menyibak bufet, KFC, tower&lt;br /&gt;dan jalan raya&lt;br /&gt;disitulah aku harus bersabar&lt;br /&gt;membunuh segala kasmaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat hujan reda, dan aku berada dalam bus&lt;br /&gt;menuju Jakarta&lt;br /&gt;jalan tol membisikka pencarian: “Dimana-mana yang kau temui&lt;br /&gt;adalah kegelapan&lt;br /&gt;belajarlah untuk mengerti&lt;br /&gt;sambil mendirikan museum dan rumah sakit!”&lt;br /&gt;tapi aku tetap tak mengerti &lt;br /&gt;dimana arca-arca itu, gadis-gadis santun&lt;br /&gt;pulang sekolah&lt;br /&gt;dimana cerita yang pernah kau titip&lt;br /&gt;sebelum aku datang padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak butuh bufet, KFC, tower, dan coca-cola&lt;br /&gt;disitu&lt;br /&gt;aku cuma mimpi tentang kehangatan tubuhmu&lt;br /&gt;di tengah udara pagi yang sejuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung-Jakarta, Desember 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2740668815935738802?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2740668815935738802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2740668815935738802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2740668815935738802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2740668815935738802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/berlari-lari-dalam-hujan.html' title='Berlari-lari dalam Hujan'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-678104566864458669</id><published>2008-12-07T10:55:00.002+08:00</published><updated>2008-12-07T10:56:33.999+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mengirim Musim</title><content type='html'>langit ini kukirim untukmu&lt;br /&gt;dalam semangat dingin&lt;br /&gt;bacalah surat-surat terlekat di garis pantai&lt;br /&gt;serta pada kening malam yang pekat&lt;br /&gt;isyarat rumah sakit yang tak bosannya mengunjungi sejarah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika langit itu kukerat sepotong&lt;br /&gt;aku melihatmu berlari dengan tisu di tangan&lt;br /&gt;ternyata kau mengerti kita telah banyak kehilangan&lt;br /&gt;termasuk wajah dan rumah sendiri&lt;br /&gt;hingga akhirnya kita bermukim di negeri aneh&lt;br /&gt;tak mengenal siapa-siapa&lt;br /&gt;pun tak mengenal diri sendiri&lt;br /&gt;lalu kita dipaksa belajar hidup kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor-Bandung, Desember 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-678104566864458669?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/678104566864458669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=678104566864458669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/678104566864458669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/678104566864458669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/mengirim-musim.html' title='Mengirim Musim'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-1935966653134314712</id><published>2008-12-07T10:55:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:55:48.185+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Cerita di Jalan</title><content type='html'>di jalan sempat juga kuceritakan kau:&lt;br /&gt;sejarah yang terpotong di tepi musim&lt;br /&gt;kita telah selesaikan satu episode kekonyolan&lt;br /&gt;dengan tangis terbata-bata&lt;br /&gt;karena langit membingkaikan hujan dan memindahkan&lt;br /&gt;ke ladang orang lain&lt;br /&gt;seperti bus bergerak meninggalkan tujuan&lt;br /&gt;lalu kita dipaksa menerima musim yang sakit&lt;br /&gt;meletakkan kembali batu pertama dengan kebingungan terhebat&lt;br /&gt;bumi yang kita pijak menjadi kegelapan&lt;br /&gt;dimana harus kembali memulai sejarah&lt;br /&gt;setelah catatan-catatan purba habis dimusnahkan&lt;br /&gt;berikut cinta dan sebuah penanda perjalanan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 13 Desember 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-1935966653134314712?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/1935966653134314712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=1935966653134314712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1935966653134314712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1935966653134314712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/cerita-di-jalan.html' title='Cerita di Jalan'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2039263348872153801</id><published>2008-12-07T10:48:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:51:29.932+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Biografi Perjalanan</title><content type='html'>aku berbicara denganmu lewat telepon yang diputuskan&lt;br /&gt;kangen menjadi sangat sunyi; kita menjelma kota-kota tanpa bahasa&lt;br /&gt;“aku merindukanmu. Datanglah dengan kehangatan&lt;br /&gt;malam-malam yang pernah kita sketsakan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi-pagi mengaduh &lt;br /&gt;mengikuti irama ruang tamu yang bergerak keluar&lt;br /&gt;aku menunggumu dari pintu ke pintu&lt;br /&gt;sambil terus saja membuka koran-koran yang menyuguhkan&lt;br /&gt;masakan kesukaanku  &lt;br /&gt;sebelum jalan raya memperkenalkan pesta dan&lt;br /&gt;sejarah kota-kota&lt;br /&gt;yang akhirnya memasuki lemari dan rak pakaianmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika cinta kutulis kembali, aku telah&lt;br /&gt;membeku dalam asbak rokok&lt;br /&gt;aku tambah sulit mengenalimu --- apalagi menandai bunga yang kutanam &lt;br /&gt;di tanah lembut sudut bibirmu&lt;br /&gt;malam-malam membentuk kapal-kapal di tengah laut&lt;br /&gt;bergerak dengan nafas satu-satu&lt;br /&gt;tak pernah sampai hingga dermaga runtuh oleh&lt;br /&gt;keterpencilan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku inginkan perjalanan sesungguhnya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 19 Nopember 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2039263348872153801?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2039263348872153801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2039263348872153801' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2039263348872153801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2039263348872153801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/biografi-perjalanan.html' title='Biografi Perjalanan'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-7521913750313081890</id><published>2008-12-07T10:47:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:48:19.018+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ledakan Kota-kota</title><content type='html'>kota tiba-tiba meledak dalam arlojimu&lt;br /&gt;mengirim kebingungan &lt;br /&gt;sebagai penyair, aku pun mengutip sajak-sajakmu&lt;br /&gt;tanpa sempat menyesalkan banyak hal&lt;br /&gt;atau melukis kota-kota dengan semangat air  mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syukur, aku tak sempat mencatat cerita demi cerita&lt;br /&gt;dari republik terluka&lt;br /&gt;hingga tak ada yang perlu ditunda&lt;br /&gt;tidak ada yang harus terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kota yang meledak adalah kehangatan sejarah&lt;br /&gt;melingkar pada musim-musim sunyi&lt;br /&gt;aku menjadi sangat menikmati setiap detak&lt;br /&gt;jantung air mata&lt;br /&gt;juga seluruh suara-suara yang meluncur dari&lt;br /&gt;kedalaman persentuhan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan membalut semua cerita itu&lt;br /&gt;dengan kembang-kembang di bibirmu&lt;br /&gt;yang senantiasa kubaca dalam kebugaran cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Nopember 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-7521913750313081890?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/7521913750313081890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=7521913750313081890' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7521913750313081890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7521913750313081890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/ledakan-kota-kota.html' title='Ledakan Kota-kota'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-3102862690292950017</id><published>2008-12-07T10:46:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:47:30.326+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Adakah Kau Seperti Ibuku</title><content type='html'>tiba-tiba saja kau menjadi ibu yang setiap saat menjagaku &lt;br /&gt;tidur, memperjelas mimpi-mimpiku&lt;br /&gt;dan bunga di kelopak bibirmu mengembang bagai senja yang mengembangkan bulan terindah bagi malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi adakah besok tetap menjadi hari-hari yang lembut&lt;br /&gt;sebagaimana ibu senantiasa menjagaku, mengkuatirkanku bila&lt;br /&gt;terlambat pulang, dan menina bobokan bila aku lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah sebuah rumah di dalam hatimu yang akan membuatku&lt;br /&gt;selalu tentram, sebagaimana ibu menyambutku dengan hangat&lt;br /&gt;setiap bangun pagi atau pulang dari rantau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah sebuah laut di kelopak matamu yang bening&lt;br /&gt;selalu terharu terhadap kesulitan dan kesusahanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah kau seperti ibuku, yang selalu saja gelisah terhadap &lt;br /&gt;hari-hariku&lt;br /&gt;karena cuaca begitu saja berubah, dan waktu bagai gergaji&lt;br /&gt;tiap saat siap memotong tiang-tiang rumah kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang, 25 Juli 1997.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-3102862690292950017?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/3102862690292950017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=3102862690292950017' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3102862690292950017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3102862690292950017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/adakah-kau-seperti-ibuku.html' title='Adakah Kau Seperti Ibuku'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-8058934145285606556</id><published>2008-12-07T10:45:00.002+08:00</published><updated>2008-12-07T10:46:44.812+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Prosa Kasmaran</title><content type='html'>aku telah siap menjadi arloji bagimu yang siap mengingatkan &lt;br /&gt;jam kerja dan waktu pulang kerumah, katamu. Kau pun menyandarkan&lt;br /&gt;hidupmu satu-satunya kepadaku dan aku membalutnya dengan kangen&lt;br /&gt;dan keterharuan yang hebat. Malam, 19 Juli, menuliskan semua itu&lt;br /&gt;pada dingin daun-daun dan riuh jalan yang kita tempuh untuk &lt;br /&gt;membicarakan sebuah sejarah yang panjang: Saat semua suara seperti&lt;br /&gt;senyap menampung bisikan-bisikan halus yang keluar dari pembicaraan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku telah siap menjadi penyejuk di rumah kita, seperti angin dan embun yang selalu melahirkan pagi, begitu katamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 15 Agustus 1997.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-8058934145285606556?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/8058934145285606556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=8058934145285606556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/8058934145285606556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/8058934145285606556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/kosong_07.html' title='Prosa Kasmaran'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2958681838454854228</id><published>2008-12-07T10:40:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:40:21.876+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kosong</title><content type='html'>kadang kita harus selalu ingat, jalan tidak seperti diperkirakan&lt;br /&gt;maka bersiaplah untuk bersedih, untuk menerima nasib yang dingin&lt;br /&gt;dan segala keinginan membusuk dalam coretan di dinding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah yang kucoba pahami kini: Sebuah kota tiba-tiba saja&lt;br /&gt;meledak dalam genggaman&lt;br /&gt;aku ingin bersedih, sebagaimana juga engkau mungkin,&lt;br /&gt;senantiasa mengharapkan bukit-bukit yang meninggi, bulan yang perak&lt;br /&gt;dan diatasnya kita menari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tarianku kini kosong, tidak ada pentas maupun ruang&lt;br /&gt;dimana harus menumpahkan segala gelinjang keinginan &lt;br /&gt;buat melukiskan sebuah rumah yang manis&lt;br /&gt;sebagaimana pernah kita cita-citakan: Ada sebuah kolam&lt;br /&gt;dan sejumlah anak-anak bermain dengan girangnya&lt;br /&gt;di tepinya kita mencatat waktu sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi selalu saja aku terlempar pada jurang kemarau&lt;br /&gt;hingga membuatku ngeri mengajakmu pergi: Sudah siapkah kau pahami&lt;br /&gt;musim yang datang tiba-tiba seperti sekawanan burung dengan ganas  &lt;br /&gt;mematuk hari-hari kita?&lt;br /&gt;Jakarta, 15 Agustus 1997&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2958681838454854228?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2958681838454854228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2958681838454854228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2958681838454854228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2958681838454854228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/kosong.html' title='Kosong'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-3304141585387219100</id><published>2008-12-07T10:39:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:39:49.182+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sajak Pagi Hari</title><content type='html'>kalau tiba-tiba nanti kita harus menangis, aku ingin&lt;br /&gt;kau memperdengarkan sebuah tangis yang manis&lt;br /&gt;sehingga rumah kita bukanlah kuburan atau malam yang gelap&lt;br /&gt;tetapi kenyataan yang menggairahkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seandainya nanti kita harus bertengkar, aku ingin&lt;br /&gt;kita menciptakan pertengkaran yang lembut&lt;br /&gt;sehingga rumah kita bukan kota yang berisik atau bau penggusuran&lt;br /&gt;tetapi hidup yang menentramkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seandainya nanti kita harus saling diam&lt;br /&gt;karena banyaknya hal yang tak bisa dicapai&lt;br /&gt;aku ingin kita  selalu ingat Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 15 Agustus 1997.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-3304141585387219100?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/3304141585387219100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=3304141585387219100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3304141585387219100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3304141585387219100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/sajak-pagi-hari.html' title='Sajak Pagi Hari'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-6304635395804285485</id><published>2008-12-07T10:37:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:38:05.861+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Membaca Wajah Ibu</title><content type='html'>disitulah bintang itu, terselip dalam kelopak mata&lt;br /&gt;tetap cerah, tetap indah&lt;br /&gt;dan aku pun larut dalam sinarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disitulah laut, mengalirkan hawa dingin&lt;br /&gt;bagi setiap perjalanan&lt;br /&gt;tetap teduh, tetap biru&lt;br /&gt;membuatku selalu kangen dan terpana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disitulah sumur, yang tak pernah lelah&lt;br /&gt;memberi&lt;br /&gt;aku adalah gayung, yang masih tetap&lt;br /&gt;menimbanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 6 Januari 1998&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-6304635395804285485?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/6304635395804285485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=6304635395804285485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6304635395804285485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6304635395804285485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/membaca-wajah-ibu.html' title='Membaca Wajah Ibu'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2194310752159396608</id><published>2008-12-07T10:36:00.002+08:00</published><updated>2008-12-07T10:37:22.284+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Menerima Surat (2)</title><content type='html'>-  kepada Dianing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita menjala langit dengan keyakinan&lt;br /&gt;dengan tanda tanya yang belum sempat kita pecahkan&lt;br /&gt;namun segalanya kita buat jadi roti dan kopi pagi&lt;br /&gt;hingga kita merasa nikmat menyantapnya&lt;br /&gt;tanpa harus tersentak dengan kenyataan-kenyataan pahit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segalanya telah kita siapkan: Air mata, luka,&lt;br /&gt;bahkan kematian&lt;br /&gt;karena dengan begitulah kita terbebas dari prasangka&lt;br /&gt;dan ketakutan-ketakutan&lt;br /&gt;sebab pada gilirannya memang kita harus tunduk&lt;br /&gt;pada sejumlah suratan&lt;br /&gt;setelah pintu-pintu telah tertutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang kita nikmati saja waktu&lt;br /&gt;tanpa susu, tanpa gula&lt;br /&gt;sebab hidup memang harus dimulai&lt;br /&gt;dari sebuah titik nol&lt;br /&gt;dengan begitulah kita menyadari benar&lt;br /&gt;segala yang bernama perjuangan,&lt;br /&gt;apa yang disebut pengorbanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita santap saja hari ini seperti melumat puisi&lt;br /&gt;tanpa perlu memikirkan pulau atau rumah-rumah&lt;br /&gt;yang telah kita rencanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 6 Januari 1998&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2194310752159396608?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2194310752159396608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2194310752159396608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2194310752159396608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2194310752159396608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/menerima-surat-2.html' title='Menerima Surat (2)'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-853063958459341202</id><published>2008-12-07T10:36:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:36:35.111+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Menerima Surat (1)</title><content type='html'>- sajak buat ayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah langit, membentang dalam gigil&lt;br /&gt;siapa tidak gemetar saat panas tidak bisa diatasi&lt;br /&gt;juga dengan kangen yang menumpuk di ubun-ubun&lt;br /&gt;tahun-tahun kita rajut dengan air mata&lt;br /&gt;tanpa sempat menelan makna enaknya kegembiraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dengan begitulah kita tetap berdiri&lt;br /&gt;pada sisi yang kita yakini&lt;br /&gt;tanpa harus terperosok dalam sejumlah lubang &lt;br /&gt;yang memfatalkan hidup dan kenyatan&lt;br /&gt;kita berdiri pada rumah kita sendiri&lt;br /&gt;tanpa sedikitpun menyentuh halaman orang lain&lt;br /&gt;apalagi merebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 5 Januari 1998&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-853063958459341202?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/853063958459341202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=853063958459341202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/853063958459341202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/853063958459341202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/menerima-surat-1.html' title='Menerima Surat (1)'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2445983240195797371</id><published>2008-12-07T10:35:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:35:42.558+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sketsa Kemarau (3)</title><content type='html'>Bila kau memasukiku, pahamilah bukit-bukit yang&lt;br /&gt;meninggi &lt;br /&gt;supaya aku berkesempatan menjelaskan bagaimana sulitnya mendaki&lt;br /&gt;supaya kau tahu bagaimana aku membangun hidup&lt;br /&gt;selalu menghayati ketinggian bukit-bukit itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kenyataan ini adalah kemarau&lt;br /&gt;maka pahamilah ketinggian bukit-bukit&lt;br /&gt;dan angan kanak-kanakku yang menjulang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Juli 1997.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2445983240195797371?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2445983240195797371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2445983240195797371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2445983240195797371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2445983240195797371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/sketsa-kemarau-3.html' title='Sketsa Kemarau (3)'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-6677352890915483704</id><published>2008-12-07T10:34:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:34:51.795+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pada Sebuah Cafe</title><content type='html'>dalam diam, aku terjemahkan sajak di keningmu&lt;br /&gt;berbaris bagai lampu-lampu di kotamu, dimana aku menemukan&lt;br /&gt;sebuah alamat yang terkoyak &lt;br /&gt;satu pulau yang seharusnya aku tenggelamkan&lt;br /&gt;setelah sejumlah cinta gugur disitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau paksa juga aku meminum kehangatan di bibirmu&lt;br /&gt;tanpa sempat berkata “tidak”&lt;br /&gt;padahal aku ingin sekali pergi dan tak ingin meninggalkan &lt;br /&gt;tarian ombak di cangkir minum kita&lt;br /&gt;karena pada akhirnya segalanya harus dituntaskan&lt;br /&gt;supaya tidak ada air mata yang tergenang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“campurlah alamatmu dalam minum kita&lt;br /&gt;seperti kau menjahit malam-malam yang sakit!”&lt;br /&gt;begitu katamu. Aku tak pernah bisa menolak&lt;br /&gt;hingga kemudian menyadari pagi telah sunyi&lt;br /&gt;dan kita sama-sama kembali&lt;br /&gt;Aku harus mengoyak satu alamat lagi&lt;br /&gt;sambil bergegas pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigli-Aceh, Agustus 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-6677352890915483704?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/6677352890915483704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=6677352890915483704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6677352890915483704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6677352890915483704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/pada-sebuah-cafe.html' title='Pada Sebuah Cafe'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-8752488250749684501</id><published>2008-12-07T10:33:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:34:03.327+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Prosa Malam</title><content type='html'>bila kasmaran, keratlah nadimu&lt;br /&gt;temukanlah aku disitu&lt;br /&gt;membawamu kehangatan membara&lt;br /&gt;serta udara bukit yang hijau&lt;br /&gt;tapi jangan sekali-kali memanggilku&lt;br /&gt;karena malam telah larut&lt;br /&gt;tidurlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Juli 1997&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-8752488250749684501?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/8752488250749684501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=8752488250749684501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/8752488250749684501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/8752488250749684501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/prosa-malam.html' title='Prosa Malam'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-1443069864444754545</id><published>2008-12-07T10:32:00.002+08:00</published><updated>2008-12-07T10:33:24.711+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Melepas Mati</title><content type='html'>setelah semuanya tinggal puing&lt;br /&gt;dan seolah tak ada lagi yang patut dihayati&lt;br /&gt;lupakanlah,&lt;br /&gt;sebagaimana mereka dengan girang melupakan dan &lt;br /&gt;mengubur diri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biar saja sejarah membicarakan dirinya sendiri&lt;br /&gt;engkau tidak perlu mengenang &lt;br /&gt;sebagaimana mereka tidak mau sibuk mengurus&lt;br /&gt;kubur-kubur kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak perlu ada upacara-upacara itu&lt;br /&gt;tak perlu ada tangis&lt;br /&gt;biarkanlah arloji kita meleleh dan tak perlu menyesali&lt;br /&gt;sebagaimana mereka tak menyesal&lt;br /&gt;melepaskan keberangkatan kita&lt;br /&gt;pergi tak kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 13 Desember 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-1443069864444754545?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/1443069864444754545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=1443069864444754545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1443069864444754545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1443069864444754545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/melepas-mati.html' title='Melepas Mati'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2359020989727686510</id><published>2008-12-07T10:32:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:32:48.844+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Memo Pagi</title><content type='html'>Wid, buatkan aku nasi goreng, dua telur dadar, tambah sedikit kopi&lt;br /&gt;tanpa gula&lt;br /&gt;aku ingin bercermin antara enaknya masakanmu dan kopi pahit itu&lt;br /&gt;seperti halnya aku selalu menikmati hari-hari tanpa roti, tanpa bak mandi&lt;br /&gt;di kamarku&lt;br /&gt;dan aku hanya menikmati sajak-sajakmu, ya buat roti juga untuk bak mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi malam ini aku belum dapat mengirim satu pesan buatmu&lt;br /&gt;masih ada kota yang gelap; membuatku selalu ketakutan untuk memulai&lt;br /&gt;apalagi memintamu menyediakan sepotong selimut,&lt;br /&gt;atau sebaris sajak untuk makan malamku&lt;br /&gt;maka itu, esok pagi, aku belum bisa mintamu membikinkan seporsi nasi goreng buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Juli 1997&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2359020989727686510?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2359020989727686510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2359020989727686510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2359020989727686510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2359020989727686510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/memo-pagi.html' title='Memo Pagi'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-1496242708470893639</id><published>2008-12-07T10:31:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:32:13.653+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ketika Kau Memakan Daging-dagingku</title><content type='html'>Dalam senyap gelombang, kau berlari dari jauh&lt;br /&gt;mengamit awan sendiri, tanpa sepotong mataharipun di lenganmu&lt;br /&gt;kau rindukan rumah yang jauh&lt;br /&gt;tetapi kota ini membuatmu haus dan ingin membunuh&lt;br /&gt;lalu kau pun memanahku: Aku tersungkur gairah&lt;br /&gt;menghitung keping bintang di keningmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari, kau memakan daging-dagingku,&lt;br /&gt;berhari-hari pula aku menghitung diriku hilang perlahan-lahan&lt;br /&gt;siapa pun tak mampu mencegahmu&lt;br /&gt;begitu pun aku terus merasa nikmati disantap dirimu&lt;br /&gt;sampai aku tiba-tiba hilang sama sekali&lt;br /&gt;masuk dalam dirimu: tapi adakah kau catat sejarah itu,&lt;br /&gt;seperti kau merindukan matahari yang gugur di tanganmu,&lt;br /&gt;dan kau menemukan kembali matahari itu dalam dagingku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 18 Juli 1997.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-1496242708470893639?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/1496242708470893639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=1496242708470893639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1496242708470893639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1496242708470893639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/ketika-kau-memakan-daging-dagingku.html' title='Ketika Kau Memakan Daging-dagingku'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-3062580625580578635</id><published>2008-12-07T10:30:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:31:06.071+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Orkes Pagi Hari</title><content type='html'>- episode sebuah rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis perjalanan itu, bagai kembali dari sebuah pengasingan&lt;br /&gt;aku menemukan kembali rumah yang hilang sekian abad&lt;br /&gt;juga terminal yang ditinggal pergi&lt;br /&gt;tapi siapa mengerti bahwa kekeringan bakal berlanjut&lt;br /&gt;bumi tetap tak menumbuhkan pohon-pohon&lt;br /&gt;dan keningku sunyi karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sebenarnya yang tidak berani mencintai&lt;br /&gt;atau menulis pagi dengan warna berbeda&lt;br /&gt;kenyataanlah yang kerap membuat jalanan terbelah&lt;br /&gt;memunculkan kota-kota gemerlap dan kemudian hilang dalam &lt;br /&gt;ketakutan orang-orang sakit&lt;br /&gt;maka aku mengenalmu:  kota-kota itu runtuh membentuk&lt;br /&gt;embun kecil di atas daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kubiarkan pohon-pohon bertumbuhan dan abadi dalam diriku&lt;br /&gt;lalu aku mencatat sejarah yang lewat; disiram matahari dan malam&lt;br /&gt;membentuk kebahagian-kebahagian kecil&lt;br /&gt;dengan begitulah kau tahu bahwa aku berabad-abad melukiskanmu dengan darah di jemariku, wahai&lt;br /&gt;rumah yang selalu menyelimuti tidur jagaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku  tetap akan meluncurkan matahari&lt;br /&gt;meski pohon-pohon meranting memanggil sebuah musim gugur&lt;br /&gt;saat semua harus dilupakan&lt;br /&gt;dan  kebahagianku bertambah satu: bahagia telah mengirim gairah musim padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 16 Juli 1997&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-3062580625580578635?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/3062580625580578635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=3062580625580578635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3062580625580578635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3062580625580578635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/orkes-pagi-hari.html' title='Orkes Pagi Hari'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-7716223870267558396</id><published>2008-12-07T10:29:00.002+08:00</published><updated>2008-12-07T10:30:07.030+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Irama Kota</title><content type='html'>Aku tak pernah mampu bagaimana harus menterjemahkan&lt;br /&gt;irama kotamu&lt;br /&gt;orang-orang berlari dan jalan sendiri&lt;br /&gt;tak sempat saling berbagi cerita&lt;br /&gt;aku pun terperosok dalam pikiran sendiri&lt;br /&gt;kepada siapa resah ini harus kubagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit yang bisa kuuraikan&lt;br /&gt;diantara sejumlah cerita yang telah kubaca&lt;br /&gt;bahwa kehadiran dan kepergian adalah bagian&lt;br /&gt;dari sejumlah rahasia kita yang sempat tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe - Trg, Agustus 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-7716223870267558396?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/7716223870267558396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=7716223870267558396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7716223870267558396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7716223870267558396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/irama-kota.html' title='Irama Kota'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-4744982178816506931</id><published>2008-12-07T10:29:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:29:29.240+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mungkin</title><content type='html'>mungkin kita cuma butuh satu atau dua kata&lt;br /&gt;memastikan perjalanan:  dilanjutkan atau ditunda&lt;br /&gt;setelah pesta-pesta itu begitu memabukkanmu&lt;br /&gt;setelah cerita-cerita itu begitu memusingkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kita cuma butuh satu atau dua detik saja&lt;br /&gt;menegaskan hidup kita: kalah atau mengalah&lt;br /&gt;setelah langit menuliskan cerita yang sembraut&lt;br /&gt;setelah laut menenggelamkan tiang-tiang dermaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kita cuma butuh secangkir air mata&lt;br /&gt;menandai gairah yang tertunda &lt;br /&gt;setelah bumi terbelah, setelah kota pecah&lt;br /&gt;setelah kita tidak merasa pernah melukis apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-4744982178816506931?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/4744982178816506931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=4744982178816506931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/4744982178816506931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/4744982178816506931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/mungkin.html' title='Mungkin'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2814567755195109927</id><published>2008-12-07T10:28:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:28:34.990+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sigli, Suatu Ketika</title><content type='html'>apakah perlu kutulis semuanya&lt;br /&gt;keterharuan membaca bibir langit menjeritkan&lt;br /&gt;sejumlah luka&lt;br /&gt;air mataku tampaknya tidak pernah cukup untuk&lt;br /&gt;menina-bobokanmu dalam jaman ini&lt;br /&gt;apalagi mengajakmu lari dari kenyataan yang sakit&lt;br /&gt;hari-hari tetap saja kegelapan&lt;br /&gt;hari-hari tetap juga kebahagiaan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita belajar menulis dan membaca&lt;br /&gt;untuk memahami makna dari segala keperihan&lt;br /&gt;jam kerja dan kesibukan kita tulis&lt;br /&gt;dengan pesona air mata, dengan kesabaran yang kita eja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau bercerita bahwa langit adalah kekeringan&lt;br /&gt;aku telah duluan paham akan panasnya perjalanan&lt;br /&gt;tiap hari harus kita tempuh&lt;br /&gt;sementara hujan tak lain sebuah impian yang kerap&lt;br /&gt;berakhir dengan kekosongan&lt;br /&gt;maka doa-doa menjadi penghibur abadi episode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Agustus 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2814567755195109927?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2814567755195109927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2814567755195109927' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2814567755195109927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2814567755195109927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/sigli-suatu-ketika.html' title='Sigli, Suatu Ketika'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-6724826315883904010</id><published>2008-12-07T10:27:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:27:48.355+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Satire Cinta</title><content type='html'>penjara jadi sangat akrab saat terpahami&lt;br /&gt;membentuk butiran embun dan tarian rumput&lt;br /&gt;kita kehilangan waktu untuk berbasa-basi&lt;br /&gt;semua yang kita bicarakan adalah tanah lapang&lt;br /&gt;dan kebun terserang hama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bernyanyi di hotel-hotel&lt;br /&gt;anak-anak menangis di kakinya &lt;br /&gt;jalanan menjelma pentas besar pertunjukan&lt;br /&gt;kita memilin urat bumi dan cerita esok pagi&lt;br /&gt;untuk sepiring makanan&lt;br /&gt;yang bakal kita kafankan malam nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh, 6 Mei 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-6724826315883904010?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/6724826315883904010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=6724826315883904010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6724826315883904010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6724826315883904010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/satire-cinta.html' title='Satire Cinta'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-4347803510011244705</id><published>2008-12-07T10:26:00.001+08:00</published><updated>2008-12-07T10:27:10.594+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sebelum Kau, Sebelum Aku</title><content type='html'>sebelum kau, aku telah siap dulu&lt;br /&gt;menggali kubur untukmu&lt;br /&gt;bagi air mata yang kita sengketakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum rindu, aku telah siap-siap &lt;br /&gt;pamit&lt;br /&gt;untuk perjalanan lain yang sangat panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum kau sebelum rindu&lt;br /&gt;aku telah siapkan sebuah pesan&lt;br /&gt;tentang keberangkatan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh, 6 Mei 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-4347803510011244705?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/4347803510011244705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=4347803510011244705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/4347803510011244705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/4347803510011244705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/sebelum-kau-sebelum-aku_07.html' title='Sebelum Kau, Sebelum Aku'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-6666795106310924582</id><published>2008-12-07T10:26:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:27:08.579+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sebelum Kau, Sebelum Aku</title><content type='html'>sebelum kau, aku telah siap dulu&lt;br /&gt;menggali kubur untukmu&lt;br /&gt;bagi air mata yang kita sengketakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum rindu, aku telah siap-siap &lt;br /&gt;pamit&lt;br /&gt;untuk perjalanan lain yang sangat panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum kau sebelum rindu&lt;br /&gt;aku telah siapkan sebuah pesan&lt;br /&gt;tentang keberangkatan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh, 6 Mei 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-6666795106310924582?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/6666795106310924582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=6666795106310924582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6666795106310924582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6666795106310924582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/sebelum-kau-sebelum-aku.html' title='Sebelum Kau, Sebelum Aku'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-6777302225566670274</id><published>2008-12-07T10:24:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:25:07.685+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tarian Cermin</title><content type='html'>mari menatap dalam gigil malam&lt;br /&gt;pertengkaran terus berlangsung&lt;br /&gt;kita terperosok dalam kekalahan&lt;br /&gt;telanjang dan saling menatap&lt;br /&gt;saling mentertawakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tubuh  kita belepotan&lt;br /&gt;meniupkan wangi embun&lt;br /&gt;berputar hebat menembus kabut&lt;br /&gt;kita sunyi alam lingkaran musim&lt;br /&gt;seperti bocah-bocah malu-malu&lt;br /&gt;menatap wajah di depan cermin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita tunda berangkat sementara&lt;br /&gt;masuk kembali, menari tanpa berhenti&lt;br /&gt;kita tunda bunuh diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh, 6 Mei 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-6777302225566670274?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/6777302225566670274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=6777302225566670274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6777302225566670274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6777302225566670274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/tarian-cermin.html' title='Tarian Cermin'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-3597103288179333491</id><published>2008-12-07T10:10:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T10:23:43.687+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Alue Naga</title><content type='html'>Di  jembatan Lamnyong kulihat matahari sudah condong ke barat&lt;br /&gt;kau masih saja berpura-pura. Bermain dengan mimpi bagus &lt;br /&gt;yang ditiupkan negeri jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serangan demi serangan tak mungkin dielakkan&lt;br /&gt;kita mesti bertahan&lt;br /&gt;pada rumah yang dibangun dengan cinta dan pengorbanan&lt;br /&gt;kuatkan tanganmu pada akar-akar pohon bakau&lt;br /&gt;menghadapi setiap kemungkinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadapi ledakan demi ledakan dengan doa dan perjalanan&lt;br /&gt;pada satu terminal akan kita temui sejarah yang tenggelam:&lt;br /&gt;masa silam yang manis. Tanpa luka dan keresahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh, 28 september 1993&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-3597103288179333491?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/3597103288179333491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=3597103288179333491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3597103288179333491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3597103288179333491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/12/alue-naga.html' title='Alue Naga'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-3308004047429513501</id><published>2008-09-13T17:28:00.000+08:00</published><updated>2008-09-13T17:29:18.240+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hujan Belum Reda</title><content type='html'>maafkan aku yang mengirim gerhana ke dalam &lt;br /&gt;arlojimu, sebab hujan tak juga reda dan malam tak &lt;br /&gt;kunjung beranjak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di pucuk pohon, kita menggigil membayangkan&lt;br /&gt;ajal, menyaksikan kota compang-camping, &lt;br /&gt;banyak tubuh rebah, angin bertiup kencang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bergayut cemas pada ranting kecil&lt;br /&gt;tanah penuh lumpur, jalanan menjelma kubangan&lt;br /&gt;orang-orang melaju dalam hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, maafkan aku yang mengirim kabut &lt;br /&gt;ke dalam mimpimu, sebab angin terus bertiup&lt;br /&gt;dan malam makin gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 24 April 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-3308004047429513501?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/3308004047429513501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=3308004047429513501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3308004047429513501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/3308004047429513501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/hujan-belum-reda.html' title='Hujan Belum Reda'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-1053819334010015813</id><published>2008-09-13T17:27:00.002+08:00</published><updated>2008-09-13T17:28:32.851+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mengukur Kesunyian</title><content type='html'>di setiap tikungan, aku mengukur kesunyian:&lt;br /&gt;makin luas, langit makin buram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah perjalanan seribu tahun: berangkat dari&lt;br /&gt;pagi yang jauh, menuju pagi baru&lt;br /&gt;tapi kesunyian demi kesunyian tak terbendung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita mengutip debu, daun kering, &lt;br /&gt;dan sisa rumput. Matahari mati di mulut-mulut &lt;br /&gt;yang menebar senyum di kotak kaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah perjalanan ke kesunyian: sunyi selebar&lt;br /&gt;kota, seluas kampung&lt;br /&gt;jalanan penuh pohon tua yang tumbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita terperosok cemas di tiap tikungan&lt;br /&gt;mengerang di kesendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 24 April 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-1053819334010015813?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/1053819334010015813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=1053819334010015813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1053819334010015813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1053819334010015813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/mengukur-kesunyian.html' title='Mengukur Kesunyian'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-78048075551007144</id><published>2008-09-13T17:27:00.001+08:00</published><updated>2008-09-13T17:27:38.149+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tugu</title><content type='html'>aku meninggalkanmu malam itu,  seusai kita&lt;br /&gt;berjalan jauh, menekuni kesunyian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari stasion Tugu, kereta tak lagi berhenti,&lt;br /&gt;menghapus semua jejak, menutup seluruh percakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyanyian menjadi sayup, wajahmu pun senyap&lt;br /&gt;aku hanya bisa mereka-reka pada suatu masa: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih seperti dulukah bentuk bibirmu&lt;br /&gt;menjahit kata-kata yang sobek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan matamu yang serupa danau, masih adakah &lt;br /&gt;potret kita  di situ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berguling-guling di rumput, melahap sajak yang&lt;br /&gt;belum dihidangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terus membangun ingatan:  sepanjang apakah &lt;br /&gt;rambutmu ketika kau melambaikan tangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehabis kita mengulum beberapa biji salak siang itu&lt;br /&gt;kau larut pada satu sudut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meneruskan percakapan yang belum usai&lt;br /&gt;dan perjalanan yang belum sampai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku harus meninggalkanmu di Tugu malam itu,  &lt;br /&gt;bersama peluit kereta yang melengking panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu sunyi, &lt;br /&gt;sampai air matamu memercik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 8 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-78048075551007144?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/78048075551007144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=78048075551007144' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/78048075551007144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/78048075551007144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/tugu.html' title='Tugu'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-6411766767311190332</id><published>2008-09-13T17:26:00.000+08:00</published><updated>2008-09-13T17:27:05.723+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Senja Siapa</title><content type='html'>senja siapakah yang kau kirim dalam arlojiku&lt;br /&gt;membuat ruang begitu sempit, halaman menjadi&lt;br /&gt;sepotong kardus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senja siapakah yang kau alirkan dalam darahku&lt;br /&gt;membuat jantungku begitu sering berdebar&lt;br /&gt;setiap menghadapi pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senja siapakah yang kau susupkan dalam sepatuku&lt;br /&gt;membuat kakiku kerap gemetar setiap berjalan&lt;br /&gt;dan tubuhku tersungkur di kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senja siapakah yang turun bersama hujan&lt;br /&gt;membuatku basah kuyup dan menggigil di jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 7 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-6411766767311190332?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/6411766767311190332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=6411766767311190332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6411766767311190332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6411766767311190332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/senja-siapa.html' title='Senja Siapa'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-5687416994732409296</id><published>2008-09-13T17:25:00.000+08:00</published><updated>2008-09-13T17:26:17.993+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Bayangan Sore</title><content type='html'>aku melihatmu begitu menakutkan:  cahaya merah&lt;br /&gt;yang menyepuh jendela,  burung-burung berseliweran,&lt;br /&gt;seperti bergegas membawa senja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiap sore,  aku menutup seluruh jendela&lt;br /&gt;agar cahaya merah itu menjauh dan burung-burung&lt;br /&gt;pulang ke tempat berteduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yang hendak menempuh sore&lt;br /&gt;ketika matahari belum di atas kepala&lt;br /&gt;kau pun terpenjara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak ingin sore datang begitu awal&lt;br /&gt;membawa senja, menggiring matahari pulang&lt;br /&gt;aku ingin pagi abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 7 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-5687416994732409296?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/5687416994732409296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=5687416994732409296' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/5687416994732409296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/5687416994732409296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/bayangan-sore.html' title='Bayangan Sore'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-5709992609834684553</id><published>2008-09-13T17:24:00.000+08:00</published><updated>2008-09-13T17:25:16.312+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Memo Hari Ini</title><content type='html'>apa lagi bisa kita jual hari ini: sepasang sepatukah,&lt;br /&gt;yang selalu membalut kaki ke tempat kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau sepotong kemeja yang mengelap keringat&lt;br /&gt;setiap habis menempuh kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tabung kompor telah kosong,  katamu,  tempat beras &lt;br /&gt;telah sunyi, dan si kecil perlu ke dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa lagi yang bisa kita seduh hari ini:  senyum lelaki itukah,&lt;br /&gt;yang tiap sore meniupkan mantra-mantra di televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita menanam pagi dengan bayangan-bayangan ganjil:&lt;br /&gt;rumah kecil di tengah kebun lengkap dengan tepi pantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita melewati sore dengan senda gurau sambil membincangkan &lt;br /&gt;musim panen dan kapal-kapal yang merapat pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kau tiba-tiba menepuk pundakku:  hujan telah reda, &lt;br /&gt;jalanan menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 7 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-5709992609834684553?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/5709992609834684553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=5709992609834684553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/5709992609834684553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/5709992609834684553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/memo-hari-ini.html' title='Memo Hari Ini'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-1631296900005141760</id><published>2008-09-13T17:23:00.000+08:00</published><updated>2008-09-13T17:24:28.066+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Malioboro</title><content type='html'>di manakah kau menyimpan kenangan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bersenandung di jalan, menembus malam,&lt;br /&gt;menulis huruf  di telapak tangan,&lt;br /&gt;di atas becak yang melaju, di antara suara fals&lt;br /&gt;bibirmu: kita satu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di manakah kau menyimpan kesunyian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mendapati tawa kecilmu,  malam belum&lt;br /&gt;jauh malam itu, kita merentang tangan&lt;br /&gt;masuk ke dalam matamu: kota sontak tergesa&lt;br /&gt;seperti bis yang melaju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di manakah kau menyimpan keabadian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit tiba-tiba pucat dan kau menahan erang&lt;br /&gt;gigimu tanggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 6 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-1631296900005141760?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/1631296900005141760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=1631296900005141760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1631296900005141760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1631296900005141760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/malioboro.html' title='Malioboro'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-7702803851218196785</id><published>2008-09-13T17:15:00.001+08:00</published><updated>2008-09-13T17:16:25.384+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Peunayong</title><content type='html'>kudengar kau sempat berlari, menumpang Nuh,&lt;br /&gt;ketika kota menjadi laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;persis di depan Rex, kau bermalam&lt;br /&gt;bersama agam, penyair yang kehilangan kata-kata itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau ingat, Rex adalah laut&lt;br /&gt;tempat kita menyemburkan sajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menulis malam, juga memaki kegelapan dan langit&lt;br /&gt;yang coreng-moreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pagi itu segala berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bisa membayangkan, bagaimana kau berlari&lt;br /&gt;dan orang-orang melontarkan puja-puji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tidak sempatkah kau tanya pada Nuh&lt;br /&gt;mengapa Tuhan mengirim laut pasang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mengapa Ia tidak mengirim perahu&lt;br /&gt;atau puncak gunung yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamulang, 5 Januari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;---meue,  peunayong,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-7702803851218196785?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/7702803851218196785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=7702803851218196785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7702803851218196785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7702803851218196785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/peunayong.html' title='Peunayong'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-6172547853858147985</id><published>2008-09-13T17:14:00.002+08:00</published><updated>2008-09-13T17:15:15.024+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Perahu</title><content type='html'>seharusnya Nuh datang pagi itu, dengan perahu &lt;br /&gt;sangat besar, mengajakmu berlayar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seharusnya Nuh mengirim pesan pendek pagi-pagi,&lt;br /&gt;agar kau bersiap, membikin perahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seharusnya Nuh tak diam, melihat Seulanga gugur&lt;br /&gt;dan ranting-ranting musim patah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seharusnya kita memanggil Nuh, dengan puisi langit&lt;br /&gt;dan hikayat pepohonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seharusnya kita tak diam, tak diam-diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamulang, 5 Januari 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-6172547853858147985?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/6172547853858147985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=6172547853858147985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6172547853858147985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/6172547853858147985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/perahu.html' title='Perahu'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-9144961085248087173</id><published>2008-09-13T17:14:00.001+08:00</published><updated>2008-09-13T17:14:40.861+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hikayat Diam-diam</title><content type='html'>--- mengenang y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sunyi menyusup, kau tak hendak berkata &lt;br /&gt;apa pun, langit di luar hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita masuk, pada satu hikayat, dan menulis&lt;br /&gt;aksara baru, diam-diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita merangkai kesunyian demi kesunyian,&lt;br /&gt;daun demi daun, juga diam-diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai pada satu titik, kita melihat langit&lt;br /&gt;memerah, di luar hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bergegas, memecah kesunyian dan pulang&lt;br /&gt;ke dalam diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sunyi menyusup, kau tak pernah berkata&lt;br /&gt;apa pun, ketika harus pergi, pagi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika laut membuncah, menggulung &lt;br /&gt;sejarahmu, diam-diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamulang, 5 Januari 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-9144961085248087173?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/9144961085248087173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=9144961085248087173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/9144961085248087173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/9144961085248087173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/hikayat-diam-diam.html' title='Hikayat Diam-diam'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-42378826629953502</id><published>2008-09-13T17:13:00.001+08:00</published><updated>2008-09-13T17:13:49.460+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Harapan Kecil</title><content type='html'>aku harap: waktu belum sampai&lt;br /&gt;menjemputmu pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum semuanya sempat kau&lt;br /&gt;rekam: cinta yang runtuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga pagi yang memilukan&lt;br /&gt;tubuh-tubuh terbaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangis anak-anak&lt;br /&gt;juga ibu kehilangan jantungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu kembali ke nol&lt;br /&gt;memulai jalan baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi di halaman&lt;br /&gt;orang-orang bersenda gurau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bercakap-cakap&lt;br /&gt;melintasi suara tangisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum semuanya sempat kau &lt;br /&gt;rekam: malam yang mencekam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tubuh-tubuh rebah&lt;br /&gt;menjelma mawar di halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan pergi dulu, kawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamulang, 9 Januari 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-42378826629953502?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/42378826629953502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=42378826629953502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/42378826629953502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/42378826629953502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/harapan-kecil.html' title='Harapan Kecil'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-1833427535298685623</id><published>2008-09-13T17:12:00.001+08:00</published><updated>2008-09-13T17:12:58.267+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Riwayat Kecil</title><content type='html'>---- mengingat seorang penyair &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita jalan kaki dari peunayong malam itu&lt;br /&gt;menempuh rumahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam basah&lt;br /&gt;kita belum makan. "Minum air putih saja," katamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu aku membaca puisi, kau merekamnya&lt;br /&gt;malam mendesah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempat pula kau menerima telepon&lt;br /&gt;dari seseorang: wajahmu girang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa pagi begitu cepat datang&lt;br /&gt;kita kembali harus makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kudengar kau telah berladang&lt;br /&gt;di atas kanvas kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau menanam rumput juga mawar&lt;br /&gt;tiap waktu kau terus menyiramnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puisi-puisi lahir&lt;br /&gt;mawar bermekaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kanvas menjelma nyanyian&lt;br /&gt;paling kau nantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai pagi itu datang&lt;br /&gt;sampai laut itu pasang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamulang, 9 Januari 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-1833427535298685623?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/1833427535298685623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=1833427535298685623' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1833427535298685623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1833427535298685623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/riwayat-kecil.html' title='Riwayat Kecil'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-1340826204343334486</id><published>2008-09-13T17:11:00.000+08:00</published><updated>2008-09-13T17:12:02.817+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Meue</title><content type='html'>pantai itu masih seperti dulu&lt;br /&gt;menampung musim dan mengirim &lt;br /&gt;     nyanyian-nyanyian ke dalam tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah-rumah bambu di sana&lt;br /&gt;juga masih tegak, meniupkan asap&lt;br /&gt;     ke sementaraan langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih lengkap: sampan-sampan, perahu,&lt;br /&gt;dan orang-orang yang membungkuk di pasir&lt;br /&gt;     menggambar wajah bocah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak jauh, sebuah rumah semi permanen&lt;br /&gt;pun masih tegak, beserta buku-buku&lt;br /&gt;    yang belum semua terbaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih ada semuanya: kamar yang &lt;br /&gt;menyimpan album serta halaman yang &lt;br /&gt;    menoreh masa kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dapur masih ada bayangan ibu&lt;br /&gt;mendendangkan cintanya pada bapak&lt;br /&gt;    dan kasihnya pada kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih  lengkap: kenangan bertahun-tahun&lt;br /&gt;keringat ibu mengangkut tanah dan &lt;br /&gt;    lelah bapak sepulang kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua masih ada: terbingkai di dinding&lt;br /&gt;lengkap dengan pagi yang basah,&lt;br /&gt;    suara ombak dan semilir angin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gelombang pagi itu tak mampu &lt;br /&gt;menembus hatiku yang menyimpan cinta&lt;br /&gt;    dan kenangan bertahun-tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamulang, 9 Januari 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-1340826204343334486?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/1340826204343334486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=1340826204343334486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1340826204343334486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/1340826204343334486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/meue.html' title='Meue'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-265949714929026182</id><published>2008-09-13T17:07:00.000+08:00</published><updated>2008-09-13T17:11:16.573+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Setelah Air Mata</title><content type='html'>kabar itu sudah kuduga: pantai telah&lt;br /&gt;berpindah dan pohon sala di pasar&lt;br /&gt;        telah tumbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang mendaki bukit&lt;br /&gt;memahat batu: hidup nyaris tinggal&lt;br /&gt;       sejengkal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang menangis sendirian&lt;br /&gt;ada yang bersenandung sendirian&lt;br /&gt;        lagu-lagu kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjalanan ini masih jauh, saudaraku&lt;br /&gt;buku-buku itu belum tuntas kita tulis&lt;br /&gt;       jangan bercinta dengan air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angin masih berhembus&lt;br /&gt;matahari masih terbit&lt;br /&gt;      di luar orang masih bercakap-cakap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih ada sajak-sajak yang lahir&lt;br /&gt;masih ada potret kita di dinding&lt;br /&gt;     kita telan saja riak itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah kuduga kabar itu: rumah&lt;br /&gt;telah jadi puing dan orang-orang&lt;br /&gt;     berangkat jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi Tuhan masih di sini&lt;br /&gt;mengutip air mata&lt;br /&gt;    menjadi rumah di seberang sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamulang, 9 Januari  2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-265949714929026182?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/265949714929026182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=265949714929026182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/265949714929026182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/265949714929026182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/09/setelah-air-mata.html' title='Setelah Air Mata'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2607253114843638182</id><published>2008-07-30T11:50:00.000+08:00</published><updated>2008-07-30T11:51:19.452+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>hujan sudut kota</title><content type='html'>aku kehujanan, tiada payung&lt;br /&gt;kota bagai puisi&lt;br /&gt;yang menetesi kata demi kata&lt;br /&gt;dan kau dengan setia memungutnya&lt;br /&gt;tanpa malu-malu&lt;br /&gt;meski yang kau temui selalu saja kegelapan&lt;br /&gt;tak mampu mengirim cahaya ke bukit-bukit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe, Aceh, Desember 1995&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2607253114843638182?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2607253114843638182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2607253114843638182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2607253114843638182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2607253114843638182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/07/hujan-sudut-kota.html' title='hujan sudut kota'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-5148320513124161222</id><published>2008-07-30T11:45:00.002+08:00</published><updated>2008-07-30T11:46:53.777+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>cerita untuk ibu</title><content type='html'>aku menulis kesedihan dalam bus yang bergerak&lt;br /&gt;kota mengajari aku menemukan air mata&lt;br /&gt;tiap saat mesti kupahami dengan kekekalan cinta&lt;br /&gt;kukenang berkali-kali tarian di bibirmu:&lt;br /&gt;laut menjerumuskan kita bila tak pintar mengakrabi cuaca&lt;br /&gt;aku menjadi pelaut yang gemar mencatat buih&lt;br /&gt;melempar kail di mana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Nopember 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-5148320513124161222?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/5148320513124161222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=5148320513124161222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/5148320513124161222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/5148320513124161222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/07/cerita-untuk-ibu.html' title='cerita untuk ibu'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-7861924616616545060</id><published>2008-07-25T17:09:00.002+08:00</published><updated>2008-07-30T11:46:37.137+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>berkaca pada airmata</title><content type='html'>aku berkaca pada air matamu, yang membeku, bagai es&lt;br /&gt;ada kolam, seperti perawan yang terbaring,&lt;br /&gt;menunggumu menyelam, membasuh seluruh impian&lt;br /&gt;sebuah dunia pahit, yang tak pernah kau bayangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kembali ke rumah, katamu, menjadi matahari&lt;br /&gt;bagi bumi yang sakit, bagi langit yang terluka&lt;br /&gt;dan kami menyambutmu, sambil menatap dunia &lt;br /&gt;yang kau tinggalkan&lt;br /&gt;di sudut sana, nun dalam mimpi burung-burung malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika ada waktu, aku ingin bercakap-cakap denganmu&lt;br /&gt;tentang hujan, tentang air mata&lt;br /&gt;yang telah membawamu kembali pulang, yang membuatku&lt;br /&gt;menjadi sangat paham, cinta tidaklah kekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ini, aku hanya bisa kangen, mendengar suaramu,&lt;br /&gt;guyonanmu yang membuat tawa kita berderai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang, 27 Juli 2001&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-7861924616616545060?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/7861924616616545060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=7861924616616545060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7861924616616545060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/7861924616616545060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/07/berkaca-pada-air-mata.html' title='berkaca pada airmata'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-636916757840781199</id><published>2008-07-25T17:08:00.001+08:00</published><updated>2008-07-30T11:47:12.994+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>masih ada yang bermain</title><content type='html'>ketika kita pulang malam itu -- lewat sebuah mimpi yang&lt;br /&gt;sangat sempurna dan melelahkan -- masih ada anak-anak&lt;br /&gt;bermain di hatimu, menjangkau kota-kota yang jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini malam itu telah lewat dan kau bersenda gurau dengan&lt;br /&gt;impian-impian yang sangat rapi terlipat di arlojimu&lt;br /&gt;tidak ada kereta yang berangkat, kita kesorean di jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan satu hal yang pasti: di hatimu tidak ada anak-anak lagi&lt;br /&gt;selain orang tua yang batuk-batuk, menunggu matahari&lt;br /&gt;membawanya pergi ke mimpi yang sesungguhnya mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 15 Mei 2001&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-636916757840781199?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/636916757840781199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=636916757840781199' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/636916757840781199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/636916757840781199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/07/masih-ada-yang-bermain.html' title='masih ada yang bermain'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-4392543787961504414</id><published>2008-07-25T17:07:00.001+08:00</published><updated>2008-07-30T11:47:35.358+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>koran pagi</title><content type='html'>-- catatan dari kampung air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini, kita membuka lagi koran pagi: ada matahari yang pecah&lt;br /&gt;kita mencatat kembali orang-orang yang pergi -- tanpa alamat&lt;br /&gt;yang pasti -- mencium mawar di matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada berita yang menggembirakan hari ini, kata pagi&lt;br /&gt;derum kereta dan brisik jalanan telah menimbun seluruh mimpi&lt;br /&gt;kita tidak sempat berkaca, untuk sekadar menengok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggal-tanggal yang telah kita tandai dengan air mata,&lt;br /&gt;sebuah perjalanan yang tak lagi berarti&lt;br /&gt;percintaan mungkin memang harus diakhiri, seperti katamu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu telah meluluhkan matahari, di halaman depan koran pagi&lt;br /&gt;kita tidak mampu bersuara lagi, walaupun sebuah igau&lt;br /&gt;atau sebuah senyum mengantar mereka ke langit abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita mencatat lagi, menulis lagi nama-nama yang pergi, pagi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 15 Mei 2001&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-4392543787961504414?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/4392543787961504414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=4392543787961504414' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/4392543787961504414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/4392543787961504414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/07/koran-pagi.html' title='koran pagi'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-8220719850757791684</id><published>2008-07-25T17:06:00.001+08:00</published><updated>2008-07-30T11:47:54.560+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>peristiwa kecil pagi  hari</title><content type='html'>engkau hanya kaget, ketika bangun pagi itu, 21 Juni 2001,&lt;br /&gt;menemukan boneka kecil duduk manis dengan wajah sumringah&lt;br /&gt;serta selembar stiker aneka gambar tokoh kartun kesukaanmu&lt;br /&gt;''bunda, ada teletubbies, untuk saya ya?'' kau gembira,&lt;br /&gt;memastikan itu berkali-kali, berkali-kali&lt;br /&gt;kau tidak tahu, itu hadiah ulang tahun yang bisa kuberikan untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah, kau selalu membuatku mengingat rumah&lt;br /&gt;tempat kita saling mengirim embun, juga matahari&lt;br /&gt;namun adakah kau tahu: matahari yang kau dekap tiap pagi&lt;br /&gt;tidak sepenuhnya bercahaya&lt;br /&gt;waktu telah lebih dulu mengirimkan kabut, dan tiap saat kita coba&lt;br /&gt;singkap dengan langkah-langkah kecil ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, berdoalah selalu, waktu mencair dalam cangkir minum kita&lt;br /&gt;menjadi embun dalam perjalananku, juga untuk pulau yang jauh&lt;br /&gt;yang bakal kau persiapkan sebagai tempat bermain dan&lt;br /&gt;membuat sejarah jadi kebun bunga&lt;br /&gt;untuk itu, bangunlah tiap pagi, seduhlah matahari itu&lt;br /&gt;seperti kau menghabiskan makanan kesukaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 23 Juni 2001&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-8220719850757791684?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/8220719850757791684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=8220719850757791684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/8220719850757791684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/8220719850757791684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/07/peristiwa-kecil-pagi-hari.html' title='peristiwa kecil pagi  hari'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-886137266078642915</id><published>2008-07-25T17:05:00.001+08:00</published><updated>2008-07-30T11:48:22.320+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>monas 26 juli dalam televisi</title><content type='html'>matahari telah beranjak, ketika kau datang sore itu,&lt;br /&gt;di Monas, di depan orang ramai, kau berjanji untuk tetap&lt;br /&gt;menjadi dirimu sendiri: hujan ada dalam hati kita&lt;br /&gt;seperti air memasuki ruang yang dahaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, embun ada dalam hatimu, selalu siap menghalau&lt;br /&gt;segala kemarau, juga lukamu yang berdarah&lt;br /&gt;diterjang gelombang. Tetapi, di matamu masih kulihat&lt;br /&gt;sisa-sisa kabut. Matahari belum sepenuhnya membuka jendela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengubah air mata menjadi senyum kemenangan&lt;br /&gt;kereta itu telah lewat, Gus, membawa kematian menjauh&lt;br /&gt;sebuah ajal yang mungkin maha dahsyat&lt;br /&gt;kita mulai lagi mengeja matahari, menulis bunga-bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang, 27 Juli 2001&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-886137266078642915?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/886137266078642915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=886137266078642915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/886137266078642915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/886137266078642915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/07/monas-26-juli-dalam-televisi.html' title='monas 26 juli dalam televisi'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2617906129981256138</id><published>2008-06-18T01:30:00.007+08:00</published><updated>2008-07-30T11:48:58.187+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>menanam cinta pada ramadhan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MUSTAFA ISMAIL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutanam cinta padamu, bulan penuh berkah&lt;br /&gt;pengganti seribu bulan yang lewat dan berdebu&lt;br /&gt;matahari yang perak mengusung waktu yang kehitaman&lt;br /&gt;kita menulis hari-hari kita seperti mengulum senyum&lt;br /&gt;paling indah buat seorang perempuan: kita lupakan&lt;br /&gt;warna rambut yang berubah, juga arloji yang menua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menjadi tempat kita bersenda gurau&lt;br /&gt;yang selalu terkalahkan. Kita tidak pernah menulis cinta&lt;br /&gt;apalagi menyapanya setiap saat, membikinnya akrab&lt;br /&gt;sebagai kekasih paling setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, aku tidak ingin lagi terlambat&lt;br /&gt;menumpahkan seluruh gairah, segenap perasaan&lt;br /&gt;yang telah membantu jauh&lt;br /&gt;o ramadhan, bikinlah aku betah menekunimu&lt;br /&gt;sebagai bulan maduyang tak habis-habisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 18 November 2001&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2617906129981256138?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2617906129981256138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2617906129981256138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2617906129981256138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2617906129981256138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/06/blog-post.html' title='menanam cinta pada ramadhan'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2333299962498721353</id><published>2008-06-18T00:51:00.001+08:00</published><updated>2008-07-30T11:54:31.720+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Blog Ini'/><title type='text'>Ini Blog Pribadi</title><content type='html'>Ini blog puisi. Ini ruang pribadi, tempat bersunyi-sunyi, berasyik-masyuk dengan diri sendiri. Disini, aku benar-benar menjadi diri sendiri, seseorang yang bebas melakukan apa saja demi diri sendiri. Disini, aku merayakan  diri sendiri, pikiran sendiri, sikap sendiri, ego sendiri, dan sesuatu yang sangat pribadi. [&lt;a href="http://jalansetapak.com"&gt;&lt;font color="blue"&gt;mustafa ismail&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2333299962498721353?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2333299962498721353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2333299962498721353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2333299962498721353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2333299962498721353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2008/06/ini-blog-pribadi.html' title='Ini Blog Pribadi'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1352251633433071775.post-2478850632484554650</id><published>2005-12-05T11:40:00.000+08:00</published><updated>2008-12-07T11:44:24.176+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Empati Lintas Kultural</title><content type='html'>Oleh: Mohd. Harun al Rasyid, Universiti Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.rumahykp.org.my/aktiviti2005ykp11.html."&gt;Rumahykp, Malaysia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di jagad raya ini senantiasa berubah dari masa ke masa. Perubahan itu terjadi karena berbagai macam alasan, seperti akibat berubahnya musim, berubahnya pola pikir insani, dan dampak kejadian alam. Semuanya inheren dalam kehidupan manusia, sebuah sisi resiprokal yang menyenangkan sekaligus menyedihkan. Sebagai khalifatullah di muka bumi, manusia harus menerima realitas itu dan menjadi pelecut untuk terus berevolusi dan beradaptasi dengan alam yang menyimpan banyak misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kejadian alam yang mahabesar di penghujung tahun 2004 terjadi di Aceh: gempa bumi berkekuatan 8,9 skala richter disusul badai tsunami yang terbesar sepanjang sejarah dunia. Dua 'makhluk ini', gempa dan tsunami, telah menelan lebih 400 ribu jiwa manusia (di Aceh-Nias, Srilangka, Maladewa, Thailand, dan Malaysia). Korban terbesar terdapat di Aceh, yakni sekitar 300 ribu jiwa; 150 ribu di antaranya dinyatakan hilang. Kejadian ini telah mengguncang dunia; pekik-tangis membahana, air mata meleleh di pipi-pipi jutaan orang yang tampak kehilangan harapan, keluarga, dan harta benda; empati mengalir dari berbagai penjuru bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang menyebut kejadian ini sebagai bencana, musibah, dan ada juga yang menyebutnya ujian Tuhan. Akan tetapi, tidaklah perlu ditanyakan mengapa gempa dan tsunami itu berpusat di Aceh, sebuah negeri multietnik yang telah berabad terajam konflik. Tidak perlu pula ditanyakan, bagaimana kesedihan orang Aceh yang menderita akibat kejadian alam itu. Yang tampak jelas, dan itu harus dipandang dengan mata batin kemanusiaan, adalah bagaimana orang Aceh bertahan dari deraan itu. Bagaimana pula orang Aceh menahan rasa pilu, membendung banjir air mata, dan menerima dengan ikhlas saudara-saudara mereka dari berbagai penjuru bumi dalam suasana hati mereka yang galau. Dan dalam konteks inilah tulisan ini dibuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini terdiri atas dua bagian utama, yakni berkenaan dengan (1) masalah optimisme orang Aceh dalam menyiasati dan atau menghadapi beragam tantangan kehidupan, dan (2) empati lintas kultural yang ditampilkan para penyair dua negara, Indonesia dan Malaysia. Bahasan kedua bagian itu diasaskan kepada puisi-puisi para penyair Indonesia dan Malaysia yang terdapat dalam antologi puisi Ziarah Ombak (Lapena, 2005), dengan tidak menutup kemungkinan diambil juga dari referensi lain. Buku yang dieditori D. Kemalawati dan Sulaiman Tripa ini memuat ratusan puisi karya 48 penyair, 42 di antaranya adalah penyair Aceh (termasuk 3 penyair korban tsunami, yaitu M. Nurgani Asyik, Maskirbi, dan Mustiar AR). Sementara 3 penyair lain berasal dari Malaysia, yaitu Engku Raja Ahmad Aminullah, Siti Zainon Ismail, dan A. Samad Said, serta 3 lainnya adalah penyair ternama Indonesia, yaitu Taufiq Ismail, W.S. Rendra, dan Amien Wangsitalaja. Untuk menelusuri hakikat makna puisi digunakan pendekatan sosiologis-hermeneutis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. OPTIMISME ACEH&lt;br /&gt;Dalam sejarah peradabannya yang telah berlangsung sekitar satu milenium, orang Aceh dikenal sebagai sebuah rumpun etnis yang memiliki watak optimis dalam menjalani hidup. Meskipun hidup dalam pergolakan yang terus-menerus (utamanya sejak pecah perang dengan Belanda, 1873), misalnya, mereka tetap eksis sebagai sebuah komunitas beradab yang berhasil mempertahankan wilayah geografis dan keutuhan kulturalnya. Karena itu pula, orang Aceh yang terdiri atas etnis Aceh, Gayo, Alas, Tamiang, Kluet, Simeulu, Haloban, dan Aneuk Jamee tetap merasa satu kesatuan rumpun etnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam filsafat etika, optimisme (dari Latin: optimum) merupakan pandangan dan sifat hidup yang melihat dunia dan hidup sebagai paling baik. Optimisme berkaitan dengan dunia dan kehidupan seluruhnya, manusia, peristiwa, masa depan, dan sejarah umat manusia (lihat A. Mangunhardjana, 1997:166). Karena itulah orang Aceh menganggap peristiwa gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 secara positif. Dengan kata lain, peristiwa itu tidaklah dipandang sebagai kesialan, malapetaka, apalagi sebagai kutukan. Watak ini sebenarnya diinspirasi oleh pandangan Islam yang percaya bahwa setelah ada kemudharatan akan datang kemudahan. Kemudharatan, dalam konteks ini, tidak boleh dipandang sebagai malapetaka, tetapi sebuah proses kehidupan insaniah di bawah kontrol Sang Khalik yang harus dijalani manusia. Manusia tidak tahu persis rencana dan skenario Tuhan, sehingga konsep qadha dan qadhar yang meru-pakan salah satu rukun iman dalam Islam harus dijadikan sebagai salah satu sandaran bahwa manusia hanyalah pemain dalam drama kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, sebagai makhluk manusia yang dibekali otak untuk berpikir dan hati untuk merasa, orang Aceh tidak bisa lepas dari rasa sedih ketika diterpa kejadian yang memilukan seperti pembunuhan tak berdasar dan bencana alam. Namun, orang Aceh terkesan menerimanya dengan tulus, tanpa harus menyalahkan Tuhan. Dalam konteks ini, misalnya, saya menerima banyak SMS (short message service) dari para sahabat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk juga dari Malaysia, untuk menyejukkan hati dan meneguhkan keimanan saya kepada Sang Khalik bahwa kehilangan anak, istri dan seluruh harta benda saya adalah ujian Tuhan. Salah seorang sahabat saya dari Makassar, Sulawesi Selatan bahkan yakin bahwa tsunami itu didatangkan di Aceh, karena Allah memandang orang Aceh sanggup menanggungnya. Sedangkan bila menimpa daerah lain di Nusantara, mungkin akan banyak orang yang gila atau stress berkepanjangan. Proposisi itu terasa ada benarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme orang Aceh ini menyebabkan mereka mampu bertahan dari berbagai deraan masalah, seperti konflik internal, konflik eksternal, dan kejadian alam seperti tsunami dan gempa bumi dahsyat itu. Karena itu pula, orang Aceh dikenal tangguh dalam sisi (a) ketahanan budaya, (b) ketahanan mental, dan pada gilirannya mampu (c) bangkit kembali dari keruntuhan psikologis. Ketiga ketahanan tersebut -yang benang merahnya terdapat dalam sejumlah puisi- diuraikan secara singkat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Ketahanan Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, boleh dikata orang Aceh memiliki ketahanan budaya yang sangat kuat, terutama karena dibentengi oleh nilai-nilai islami. Kebudayaan Aceh yang islami yang telah mengalami proses sinkretisasi dengan budaya asli orang Aceh menjadi simbol ketangguhan dalam menjalani hidup. Mereka percaya betul bahwa Islam sebagai agama merupakan jalan hidup yang benar dan baik. Islam mengajarkan mereka untuk tidak boleh bersikap pesimistis. Prinsip-prinsip budaya islami inilah yang meneguhkan keya-kinan mayoritas orang Aceh bahwa 'segala sesuatu yang akan terjadi, memang akan terjadi pada saatnya'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, bagaimana ketegaran aku lirik Sukran Daudy dalam puisinya Aku tidak Kehilangan Tuhan. Dengan bahasa transparan, ia nyatakan bahwa ketika semuanya telah hilang, manusia tidak boleh kehilangan Tuhan, termasuk tidak boleh kehilangan diri sendiri. Saya kutip seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku hilang&lt;br /&gt;Bapakku hilang&lt;br /&gt;Anakku hilang&lt;br /&gt;Kakek nenekku hilang&lt;br /&gt;Kekasihku hilang&lt;br /&gt;Keluargaku hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencari dari gelimpangan&lt;br /&gt;Manusia telah hilang&lt;br /&gt;Air mata juga hilang&lt;br /&gt;Alamat rumahku hilang&lt;br /&gt;Aku tinggal di kehilangan&lt;br /&gt;Tangisku hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kehilangan kata-kata&lt;br /&gt;Aku melangkahi kehilangan&lt;br /&gt;Tetapi aku tidak kehilangan Tuhan&lt;br /&gt;Takengon, 4 Februari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Sukran Daudy menggambarkan suasana kehilangan segala-galanya itu dengan bahasa seadanya, Faridah memperlihatkan kemampuannya memanfaatkan simbol alam yang sangat kuat. Suasana batin yang begitu menggetarkan tampak sangat terasa dalam puisinya yang sangat ekspresif. Untuk menjaga keutuhannya, puisi 'sang ibu yang kehilangan anak' ini pun diturunkan sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100 HARI ENGKAU KUNANTI&lt;br /&gt;(Untuk putraku: Husni Taufik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukirim salam untukmu&lt;br /&gt;ketika fajar mulai merekah&lt;br /&gt;bibir ini mendesah membisikkan namamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukirim salam untukmu&lt;br /&gt;ketika malam tanpa cahaya&lt;br /&gt;bibir ini bergetar menyebut namamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rinduku padamu ananda&lt;br /&gt;seratus hari tanpa berita&lt;br /&gt;di laut manakah engkau merendam tawa&lt;br /&gt;di pulau manakah engkau membukit senda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langitku yang biru samakah&lt;br /&gt;dengan langitmu&lt;br /&gt;adakah rinduku sama dengan rindumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sini aku menanti dalam rindu yang ngilu&lt;br /&gt;dalam pasrah tanpa gelisah&lt;br /&gt;dalam doa tanpa suara&lt;br /&gt;Banda Aceh, April 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puisi itu, tampak bagaimana keteguhan iman Faridah menyikapi apa yang terjadi pada anaknya yang hilang dalam tsunami. Sebuah kerinduan sang ibu tampak mengen-tal dalam baris-baris puisi; sesuatu yang tak bisa disembunyikan oleh seorang wanita yang melahirkan sang anak: adakah rinduku sama dengan rindumu. Namun, Faridah yakin bahwa batas antara kerinduan semu dan penantian kepulangan putranya ada /...dalam pasrah tanpa gelisah/dalam doa tanpa suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faridah tidak sendiri. Ujian bagi Mohd. Harun al Rasyid malah lebih dahsyat. Ia kehilangan istri, putra dan putrinya. Dalam puisinya berjudul Aku Bertanya Pada-Mu, Harun yang pada bait-bait awal tampak menggugat Tuhan, akhirnya menyadari bahwa dirinya, istri, dan anak-anaknya adalah milik Tuhan. Simak dua bait terakhir puisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah singgasana-Mu&lt;br /&gt;Perkenan aku bermohon&lt;br /&gt;Berilah mereka payung cinta-Mu&lt;br /&gt;Abadi dalam rahmat&lt;br /&gt;Dan aku yang masih bernafas&lt;br /&gt;Sadarkanlah&lt;br /&gt;Sadarkanlah&lt;br /&gt;Sadarkanlah&lt;br /&gt;Agar selalu mampu merangkai rasa sedih&lt;br /&gt;Menjadi untaian tasbih&lt;br /&gt;Merangkai gelisah menjadi sajadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yang Maha Perencana&lt;br /&gt;Aku bertanya pada-Mu&lt;br /&gt;Karena aku sadar memiliki-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, kesadaran akan adanya kekuatan iman kepada al-Khalik menyadarkan si aku lirik dalam memandang sebuah masalah, sebuah peristiwa. Rasa sedih, yang sering menggelayuti hati anak manusia, dimintanya agar menjadi untaian tasbih dan gelisah menjadi sajadah: keduanya adalah simbol penyerahan diri kepada Allah. &lt;br /&gt;Penyair Fikar W. Eda, yang dikenal sebagai penyair dengan kekuatan kata yang baik, juga ikut memperkuat proposisi adanya ketahanan budaya islami yang sangat kuat dalam diri orang Aceh. Dalam puisinya Nyeri Aceh, ia menulis dalam bait terakhir.&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;dan kepada kami, ya Allah&lt;br /&gt;berilah kekuatan&lt;br /&gt;menanggungkan perih ini&lt;br /&gt;menjadikannya cermin&lt;br /&gt;tempat kami memungut hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara implisit, tampak Fikar tidak menganggap peristiwa tsunami sebagai kutukan. Baginya, tsunami itu adalah cermin untuk mengaca diri: juga bagi siapa pun yang memiliki akal pikiran dan hati nurani. Benar, tsunami bukanlah kutukan, karena Tuhan tidak pernah membenci. Proposisi ini sangat kentara dalam bait pertama dan bait terakhir puisi panjang Nurdin F. Joes: Engkau tak Pernah Membenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku kekasih&lt;br /&gt;Engkau tak pernah membenci&lt;br /&gt;kecuali menguji&lt;br /&gt;sejauhmana kami bersabar&lt;br /&gt;sejauhmana kami merela&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;Tuhan yang pemaaf&lt;br /&gt;kami masih dapat bersabar&lt;br /&gt;kami telah dapat merela&lt;br /&gt;kami masih meminta uji tegur-Mu&lt;br /&gt;Banda Aceh, 19 Februari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurdin yang juga banyak kehilangan anggota keluarga, meskipun bukan keluarga batih, memandang tsunami itu sebagai ujian kesabaran dan ketabahan. Bahkan, ia 'berani' menyatakan bahwa 'saudara-saudaranya' orang Aceh masih sanggup menerima ujian Tuhan, jika Tuhan menghendaki lagi: kami masih meminta uji tegur-Mu. &lt;br /&gt;Ketahanan budaya juga diperlihatkan oleh Wina SW1 dalam puisinya Kalau Kau Mau Memaafkanku.&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;maafkanlah aku,&lt;br /&gt;karena aku takkan pernah marah pada Tuhan&lt;br /&gt;yang telah mengirimkan mimpi buruk ini&lt;br /&gt;dan membuat batas panjang dalam sedetik&lt;br /&gt;jarak tipis tak tertembus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku percaya, ini adalah tanda cinta-Nya&lt;br /&gt;buat kita&lt;br /&gt;cinta abadi berbalut rahasia yang tak pernah&lt;br /&gt;mampu tercerna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perenungannya yang intens, wanita penyair yang sedang studi doktoral di Jepang ini (puisi ini ditulis ki Kyoto), tetap sama dengan beberapa penyair Aceh lain. Baginya, tsunami adalah tanda cinta Tuhan kepada orang Aceh. Walau berada jauh di negeri 'pemeluk Shinto', Wina seorang pensyarah (lecturer) di Fakulti Teknik Universiti Syiah Kuala, tetaplah wanita Aceh sejati yang mengekalkan diri dengan budaya optimis.&lt;br /&gt;Di sisi lain, Rosni Idham, wanita penyair dari Pantai Barat Aceh, juga meyakini bahwa para korban tsunami adalah orang-orang yang bersih dan mendapat 'fahala syahid'. Hal ini terimplisitkan dalam puisinya Bunga Setaman yang antara lain diwakili oleh diksi-diksi 'kesuma' 'pelukan kasihnya', dan 'surga'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga-bungaku, wahai...&lt;br /&gt;Di sisi-Nya engkau adalah kesuma&lt;br /&gt;Damailah dalam pelukan kasih-Nya&lt;br /&gt;Ikhlas kami melepas&lt;br /&gt;Selamat jalan bunga-bungaku&lt;br /&gt;Di gapura syurga kita bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol-simbol ketahanan budaya islami juga disuarakan Taufiq Ismail dalam puisinya Membaca Tanda-Tanda. Agak berbeda dengan Rosni, Taufiq malah langsung menyebut mereka yang meninggal karena tsunami sebagai syuhada yang diantar malaikat rahmat ke pintu surga. Penyair religius ini dikenal sebagai sosok yang dekat dengan komunitas Aceh dan karena itu bisa memahami hakikat budaya orang Aceh. Inilah sebait puisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilakah tersingkap hijab sehingga yang tampak adalah barisan ribuan syuhada&lt;br /&gt;Yang gembira diantar malaikat berbondong-bondong ke Jannatu Na'im&lt;br /&gt;Dan bayi-bayi Aceh itu berlari-larian lincah ke gerbangnya&lt;br /&gt;Di sana mereka tunggu orangtua mereka yang sedih di dunia&lt;br /&gt;"Jangan sedih begitu, ayah dan ibu, susul anakmu&lt;br /&gt;Di pintu agung Taman Firdaus anakmu menunggu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufiq berikhtiar memberikan penguatan akan keteguhan hati orang Aceh menghadapi ujian Allah. Inilah support yang sangat baik, terutama bagi orang tua yang kehilangan anaknya secara tidak normal, karena kehilangan anak merupakan peristiwa yang sangat memilukan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Ketahanan Mental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai saat ini terdapat satu juta rakyat Aceh yang terkena bencana tsunami (Kompas, 5/9/2005). Diperkirakan pula, sekitar 500 ribu jiwa akan mengalami masalah psikososial, dan 100 ribu orang di antaranya membutuhkan pertolongan ahli kesehatan jiwa (psikiater). Yang dimaksud satu juta orang itu tampaknya orang-orang yang terkena dampak langsung dari tsunami, seperti orang-orang yang kehilangan anggota keluarga dan harta benda. Jumlah tersebut merupakan 25 persen dari jumlah penduduk Aceh yang kini tinggal sekitar 4 juta orang (belum ada sensus penduduk terbaru). Sementara secara tidak langsung boleh dikata semua orang Aceh kena imbasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang Aceh yang terkena dampak langsung tsunami itu memperlihatkan gejala abnormal, oleh sejumlah pakar psikologi hal itu dinilai wajar. Paling tidak ini diakui Suryo Dharmono, Ketua Pusat Kajian Bencana Departemen Psikiatri Fakulti Kedokteran Universiti Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM). Beliau berkata, "gejala-gejala distres mental yang muncul, seperti ketakutan, gangguan tidur, mimpi buruk, siaga berlebihan, panik, berduka, adalah respons psikologik 'normal' terhadap peristiwa yang sangat tidak normal" (Kompas, 5/9/2005).&lt;br /&gt;Beberapa puisi dalam antologi Ziarah Ombak mendeskripsikan ketahanan mental-psikologis orang Aceh. Rosni Idham, penyair wanita Aceh dari Pantai Barat, misalnya, sembari mengakui kelemahan manusia, ia coba merepresentasikan semangat hidup saudara-saudaranya yang sedang diuji. Dalam puisinya Pengaduan, hal ini sangat mengemuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, &lt;br /&gt;Atas izin-Mu&lt;br /&gt;Akan kuteruskan pengembaraan ini&lt;br /&gt;Walau terseok-seok&lt;br /&gt;Terus dan terus melangkah merajut puing&lt;br /&gt;Walau hati terasa berkeping&lt;br /&gt;Meulaboh, 1 Maret 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah, walaupun dalam suasana lara, Rosni yang mewakili aku lirik sebagai wanita Aceh yang tegar dalam perilaku mencoba menggambarkan sebuah tekad hidup islami bahwa walau terseok-seok tetapi harus terus dan terus melangkah merajut puing. Artinya, kehancuran hati dan harta benda tidak boleh dibiarkan terus berlangsung. Ia harus dijadikan hikmah untuk menatap hidup yang lebih optimis di hari esok. Dengan pandangan positif itulah, 'benang-benang' kehidupan bisa 'ditenun' kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhe'Na, wanita penyair yang juga kehilangan orang terkasih, mengekalkan ketegaran jiwanya dalam puisi Lalu Rembug Puing. Simak bait terakhir puisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu bersiap pergi &lt;br /&gt;pejuangku melangkah pasti lalu &lt;br /&gt;di sini di puing kehancuran ini &lt;br /&gt;kutanya pada diri tentang &lt;br /&gt;kesiapan menerima lewat rembug sang puing &lt;br /&gt;menjawab pasti ketegaranmu &lt;br /&gt;adalah kerelaannya dan kerelaanmu &lt;br /&gt;adalah ketegarannya&lt;br /&gt;Banda Aceh, Januari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua larik, yaitu ... kutanya pada diri tentang/ kesiapan menerima lewat rembug sang puing.. kiranya telah cukup memberikan gambaran kepada pembaca bahwa Dhe'Na adalah sosok gadis Aceh yang memiliki ketahanan mental. &lt;br /&gt;Sebuah puisi yang sangat memukau dari sisi ketahanan mental ditulis Azhari, anak muda yang sangat kreatif. Ia kehilangan seluruh keluarga batih dan kampungnya tidak ada yang tersisa: rata. Namun, lihatlah bagaimana kokoh pertahanan batinnya, sebagaimana terpotret dalam puisi Ibuku Bersayap Merah. Saya kutip bait berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat Ibu ada bangau putih&lt;br /&gt;berdiri dengan sebelah kaki di sudut kamarmu&lt;br /&gt;bangau itu tak bersayap merah&lt;br /&gt;seperti dulu pernah kau ceritakan padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesendirian yang menyepi dari kegembiraan, pada saat puisi ini ditulis, Azhari masih mampu berkomunikasi dengan ibunya, bagaikan komunikasi sehari-hari, ketika cinta sang ibu berbinar-binar di hatinya, pada masa lalu. Di sisi lain, simak juga sebait puisi Arafat Nur, Alia, Gadis Kecilku yang dengan semangat baja ia berkata-kata dengan 'gadis kecilnya' yang telah pergi untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkanlah aku&lt;br /&gt;yang tak sempat mengantarkanmu &lt;br /&gt;mungkin besok &lt;br /&gt;atau lusa&lt;br /&gt;kita bertemu juga&lt;br /&gt;di surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah puisi lain, Setelah Air Mata, yang ditulis Mustafa Ismail, memberikan spirit yang sangat baik untuk saudara-saudaranya yang sedang menghadapi hari-hari sulit. Inilah beberapa bait puisi Mustafa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang mendaki bukit &lt;br /&gt;memahat batu: hidup nyaris tinggal &lt;br /&gt;sejengkal &lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;perjalanan ini masih jauh &lt;br /&gt;buku-buku belum tuntas kita tulis &lt;br /&gt;jangan bercinta dengan air mata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angin masih berhembus &lt;br /&gt;matahari masih terbit &lt;br /&gt;di luar orang masih bercakap-cakap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih ada sajak-sajak yang lahir &lt;br /&gt;masih ada potret kita di dinding &lt;br /&gt;kita telan saja riak itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustafa, wartawan Koran Tempo Jakarta ini, juga kehilangan banyak sahabat dan handai tolan di kampungnya Trienggadeng/Panteraja, Pidie. Kepada saudaranya ia mengabarkan bahwa matahari masih terbit dan angin masih berhembus dan karena itu pula kehidupan masih harus dilanjutkan. &lt;br /&gt;Dalam bagian ketahanan mental ini, Wina SW1 juga ikut meramaikannya. Dalam puisi Kalau Kau Mau Memaafkanku..., ia menulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau kau mau memaafkanku …&lt;br /&gt;aku bisa tetap tegar, menata yang terhempas&lt;br /&gt;dan mengirimkan berbait-bait doa buatmu&lt;br /&gt;dan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat jalan, saudaraku, kekasihku, sahabatku&lt;br /&gt;hidupmu abadi dalam doa dan ingatanku&lt;br /&gt;: selalu&lt;br /&gt;Kyoto, awal Januari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Wina, dalam irama batinnya yang galau menyaksikan tragedi tsunami dari jauh, ia tentu tidak sempat meminta maaf pada teman, sahabat, handai tolan. Karena itu, ada sesuatu 'yang mengerikil' dalam hati yang membuatnya risi. Namun, ia adalah wanita penuh asa yang tidak membiarkan diri larut dalam masa lalu. Ia tegar dalam kenangan dan ingatan kepada mereka yang pernah menghiasai lembaran hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Kebangkitan Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan kembali yang dimaksudkan dalam bagian ini adalah upaya untuk memper-baiki kehidupan yang terlanjur centang-perenang setelah diamuk gempa bumi dan tsunami Desember 2004. Secara fisik, kebangkitan belum begitu menggembirakan. Masih banyak pengungsi bertahan di kemah-kemah dengan sanitasi buruk. Sementara secara psikologis, banyak korban tsunami mulai memahami bahwa hidup tergantung dari orang lain tidaklah baik, dan itulah sebenarnya watak orang Aceh. Watak ini terekam jelas dalam sebuah hadih maja: Taharap keu aneuek buta siblah/taharap keu gob buta ban dua blah/tapubuet keudroe nyan barô sah. Artinya: Berharap pertolongan anak buta sebelah/berharap pertolongan orang lain buta keduanya/mengerjakan sendiri barulah sempurna. &lt;br /&gt;Kebangkitan kembali semangat hidup orang Aceh banyak terekam dalam puisi-puisi yang ditulis oleh putra-putra Aceh dan bukan Aceh. D. Keumalawati, dalam puisi Dahaga Laut, misalnya, menyerukan 'ruh' kehidupan agar kembali bersemayam dalam diri orang Aceh. Simaklah sebait puisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o lihatlah perahu-perahu itu menuju&lt;br /&gt;jejak kampung kami yang senyap tanpa canda&lt;br /&gt;pesisir yang wangi oleh cemara&lt;br /&gt;desah nafas kami terkurung di sini&lt;br /&gt;biarkan kami mendekat&lt;br /&gt;memungut kayu-kayu yang berserakan&lt;br /&gt;untuk tiang gubuk kami yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si aku lirik coba menempatkan diri sebagai anak-anak nelayan yang merindukan kembali wangi tanaman cemara dan ingin tetap tinggal di pesisir sebagai anak nelayan. Mereka ingin membangun kembali rumah mereka yang telah hilang, meski namanya gubuk: lambang kemiskinan harta benda. Namun, mereka bahagia di sana.&lt;br /&gt;Ruh kebangkitan kembali juga tampak kentara dalam puisi Bangkitlah karya Armiati Langsa. Kebangkitan dimaksud lebih mengarah kepada kebangkitan kembali kesenian Aceh, seni yang bersandarkan kepada bangunan religius-spiritualitas dan ini menjadi lambang kecerdasan emosional keberbudayaan orang Aceh. Hal ini, antara lain, direpresentasikan melalui diksi zikir, tob dabôh (debus), seudati, dan idalaé (dalailul khairat). Simak sebait puisi tersebut.&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;Bangkitlah bungongku…&lt;br /&gt;Bangkitlah cémpalaku, terbanglah…&lt;br /&gt;Jadikan nanggroe ini nanggroe sejati&lt;br /&gt;Dengan nyanyian dan lagu memuji Ilahi&lt;br /&gt;Dengan zikir…&lt;br /&gt;Gemakan kembali tob dabôh, seudati dan idalaé&lt;br /&gt;Yang telah lama karam berganti tarian merangsang&lt;br /&gt;Dan nafas menggelora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, seorang penyair ternama Malaysia, Raja Ahmad Aminullah, ikut mensupport kebangkitan kembali Aceh dari semua sisi. Saya kutip puisinya secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUNAS JIWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari robohan kota dan desa&lt;br /&gt;pemusnahan ladang dan belantara&lt;br /&gt;bot nelayan dan hidupan ternakan&lt;br /&gt;teriakan tanpa putus kanak-kanak dan orang dewasa&lt;br /&gt;bangunkanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari cambah nyiur ke tunas jiwa&lt;br /&gt;merentas ombak dan gelombang tsunami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup hidupkanlah&lt;br /&gt;seperti tunas-tunas kelapa&lt;br /&gt;yang membesar mengembara dari benua ke benua&lt;br /&gt;mengisyaratkan nyawa dan kehidupan&lt;br /&gt;yang bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangun bangunkanlah&lt;br /&gt;jiwa-jiwa kental &lt;br /&gt;selepas mengharungi ombak dan gelombang&lt;br /&gt;melayari kehidupan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti phoenix bangun&lt;br /&gt;menghidupkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larik hidup hidupkanlah yang tampil dua kali ditambah larik bangunkanlah adalah ajakan sangat santun kepada saudaranya. Raja Amanullah tampak yakin akan keteguhan orang Aceh menghadapi ujian Ilahi. Ia bahkan menginginkan orang Aceh agar dapat hidup di mana-mana, bagaikan kelapa, yang akan tumbuh di mana ia terdampar.&lt;br /&gt;Dalam konteks ketahanan mental ini, baik juga dikutip sebuah puisi Mohd. Harun al Rasyid (dalam kumpulan Lagu Pilu Orang Kuyu) yang sengaja ditulis untuk membangkitkan semangat anak-anak Aceh yang sempat turun ke titik nadir. Puisi tersebut berjudul Aku Bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku anak adam yang terajam bencana&lt;br /&gt;hari ini bangkit mengganyang duka lara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sisa-sisa kesedihan yang terlanjur membeku&lt;br /&gt;kusingkirkan dengan semangat baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak lagi mau bersilang tangan&lt;br /&gt;tak juga ingin terbuai janji kerontang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini hari yang penuh bunga harapan&lt;br /&gt;aku mesti memetiknya walau setangkai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah kawan!&lt;br /&gt;aku telah sembuh dari luka derita&lt;br /&gt;kini tersenyum kembali dalam suka cita&lt;br /&gt;Sigli, 22 April 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. EMPATI LINTAS KULTURAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa dahsyatnya kejadian alam dan betapa galaunya hati orang Aceh dalam menapaki hari-hari yang sangat membingungkan pascagempa dan tsunami itu, telah menyebabkan ribuan jurnalis tumpah ke Aceh. Ribuan penulis menurunkan tulisannya di media massa, buku-buku, dan ratusan sastrawan mengabadikan moment ini dalam karyanya. Para sastrawan memotret kejadian ini sebagai fakta empiris dalam bingkai cermin sosial; sebuah fakta sejarah yang mengantarkan perubahan radikal (mendasar) dalam perikehidupan orang Aceh selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan positif, gempa bumi dan tsunami Aceh menebarkan hikmah yang luar biasa besarnya bagi seluruh umat manusia. Kejadian ini telah merontokkan sekat-sekat agama, sekat-sekat etnis, dan tembok-tembok permusuhan. Puluhan ribu sukarelawan dari berbagai etnis, budaya, dan agama masuk Aceh dengan satu tekad: memberikan pertolongan maksimal untuk saudara Aceh 'yang telah jatuh lalu tertimpa tangga'. Kejadian ini pulalah yang menyinari hati pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk menghentikan saling 'cakar' di bumi Aceh. Mereka sepakat 'menanam pohon perdamaian yang abadi' sejak 15 Agustus 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus bantuan kemanusiaan di Aceh ini, saya kurang yakin bila ada pihak yang menuduh bahwa banyak lembaga asing masuk Aceh dengan misi agama tertentu. Saya lebih melihat kehadiran sukarelawan ke Aceh adalah karena mereka ingin berbagi rasa dan menolong orang Aceh yang sangat amat pantas mereka tolong. Mereka, apakah si kulit putih, si kulit hitam, si kulit coklat, semuanya 'membawa' empati yang luar biasa. Dalam hidup ini, memang, tidak semua orang dapat berempati untuk saudaranya, apalagi musuhnya. Padahal, kita sama-sama dianugerahi sepotong hati. Dan empati itu pulalah yang menyebabkan ratusan penyair menulis puisinya tentang tsunami dari sudut pandang yang mungkin sama dan mungkin saja berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah salah kalau saya menyebut ada ratusan penyair yang telah menuliskan puisinya mengenai tsunami dan itu terkait dengan Aceh. Sebut saja, misalnya, puluhan penyair dalam antologi puisi Mahaduka Aceh (PDS HB Jassin, 2005). Antologi serupa juga terbit di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malaysia dan Brunei Darussalam (lihat juga Ahmadun Y. Herfanda dalam pengantar Ziarah Ombak), bahkan di mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata empati berasal dari Yunani enpatheia (rasa perasaan, emosi, pengalaman). Secara sederhana empati dimaksudkan sebagai proyeksi perasaan batin seseorang pada sebuah objek (atau subjek) atau suatu kegiatan (periksa Lorens Bagus, 2002:196-197). Dan inilah yang saya maksudkan bahwa para penyair yang tergabung dalam Ziarah Ombak telah menaruh empati untuk orang Aceh. Empati tersebut tidak hanya diperlihat-kan oleh penyair Aceh, tetapi juga, malah utama, oleh penyair lain yang tidak memiliki hubungan langsung secara kekerabatan dengan orang Aceh, seperti dari Jakarta, Jogyakarta, dan Malaysia. Mereka berangkat dari beragam etnik dan latar belakang budaya. Yang jelas, kebersamaan ini saya nilai sebagai reprensentasi empati mereka untuk orang Aceh khususnya dan kemanusiaan amnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah bagaimana empati Amin Wangsitalaja dalam puisi Makrifat Acheh 1. Dalam bahasa batin, ia merasakan diri sama dengan saudara Aceh yang dilanda tsunami, yang kehilangan keluarga, harta benda dan harapan. Tsunami itu pulalah yang semakin mendekatkan dirinya dengan tanah Aceh: ...seperti cinta mendekatkan pengantin. Inilah puisi pendek Amin yang indah dan bernas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang mendekatkanku padamu&lt;br /&gt;seperti cinta mendekatkan pengantin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang mendekatkanku padamu&lt;br /&gt;aroma mayat&lt;br /&gt;mendegupkan tari sufiku&lt;br /&gt;meneguhkan fani tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, jika dirunut ke belakang, Amin sudah jauh hari berempati kepada Aceh. Dalam puisinya Acheh Nampar, misalnya, ia merekam realitas konflik di Aceh yang menurutnya 'keterlaluan'.&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;setiap hari nyawa orang menjadi bahan mainan&lt;br /&gt;"buat apa sekolah, nanti juga mati di jalan &lt;br /&gt;ditembak orang &lt;br /&gt;mati tak dikenal" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kesedihan yang paling terasa juga baginya adalah tsunami. Dari negeri jauh, ia membandingkan kesedihan orang Aceh, yang juga kesedihannya, pada saat konflik yang setiap hari ada orang ditembak mati dengan korban tsunami yang ratusan ribu dalam sekejap. Masih dalam puisi yang sama, ia lanjutkan.&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;tahun-tahun lalu, bukit-bukitku, hutan-hutanku, sungai-sungaiku, &lt;br /&gt;laut-lautku menjadi saksi &lt;br /&gt;dari nyawa-nyawa yang selalu saja melayang tanpa nama&lt;br /&gt;kali ini, dalam sekejap saja, kembali harus kupersaksikan&lt;br /&gt;ratusan ribu nyawa melayang tanpa nama &lt;br /&gt;(kiranya merekalah syahidin &lt;br /&gt;yang ingin kau bergegas merengkuhnya dalam pelukmu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, sebuah puisi bernada empati yang sangat bagus ditulis oleh penyair A. Samad Said dengan judul Lidah Tsunami. Perhatikanlah bahwa seluruh larik puisi berikut ini mengandung empati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsunami menggertak ketabahan negara-&lt;br /&gt;merobah batas diri, merangsang bersatu,&lt;br /&gt;melebarkan jalur luka, menggugah kalbu.&lt;br /&gt;Ia mencairkan warna kulit, mengsyahdu&lt;br /&gt;ketar batin dan menenung mata yang gamam&lt;br /&gt;serta mulut yang ternyata terkejut bungkam,&lt;br /&gt;dan serentak juga merangsang manusia-&lt;br /&gt;bangsa yang berbeda dari manapun juga &lt;br /&gt;menjadi warga tanah terdera yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut A. Samad, tsunami telah mengajarkan manusia untuk saling mencintai, menihilkan batas-batas negara, ras, bahasa, dan budaya. Namun, yang lebih penting adalah dengan tsunami itu, semua manusia seakan menjadi tubuh yang sama dan jiwa yang satu merasakan apa yang dirasakan oleh korban tsunami: menjadi warga tanah terdera yang sama. Empati tersebut juga mengental dalam bait-bait di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita insan yang sedang dalam pusaran-&lt;br /&gt;rumah dan kapal, pepohon, titi dan pagar-&lt;br /&gt;serentak saja menjadi rakan terdera,&lt;br /&gt;takjub, nahas yang sempat mengakrabkan kita!&lt;br /&gt;Pada senja yang malam, dan dini yang subuh,&lt;br /&gt;pagi yang siang, kini tangis seluruh,&lt;br /&gt;dan semua kalbu berdoa dalam syahdu,&lt;br /&gt;memohon tabah dan keberkatan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini duka yang hebat,&lt;br /&gt;tangan musim yang menggeletar,&lt;br /&gt;jantung bumi yang terluka-&lt;br /&gt;nafas lara kita bersama.&lt;br /&gt;Bangsar Utama, Kuala Lumpur, 30-31, Disember, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama dengan Samad, dengan nada optimistis pula, Raja Ahmad Aminullah, dalam puisinya Aku Hanya Menikmatimu dalam Mimpiku coba mengekalkan empati dalam warna-warni perbedaan. Katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa indahnya perhubungan dan persahabatan &lt;br /&gt;antara sesama insan &lt;br /&gt;yang terbina atas rasa hormat dan kasih &lt;br /&gt;merentasi lautan waktu &lt;br /&gt;lurah dan gunung kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kejadian tsunami ini, Raja Ahmad Aminullah mengajak saudara serantau dan umat manusia amnya untuk hidup bersaudara. Simak bait berikut.&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;sungguh aku ingin menikmati persahabatan yang merangkumi&lt;br /&gt;keupayaan menjaring perbedaan &lt;br /&gt;menghormati malah merayakan sudut pandang yang berlainan&lt;br /&gt;merangkul kritikan yang pedas dan tajam&lt;br /&gt;bukan hanya terpasung dalam penjara kata-kata puja&lt;br /&gt;terjaring dalam retorika muluk-manis&lt;br /&gt;idiom dan metafora memukau&lt;br /&gt;pulau pinang, khamis, 28 julai 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, sebagaimana A. Samad, Raja adalah penyair humanis yang menginginkan perbedaan itu sebagai 'ratu' (menghormati malah merayakan sudut pandang yang berlainan). Ya, perbedaan dipandang sebagai rahmat, tidak melulu terbuai dengan kata-kata manis yang belum tentu berhikmah. Diinspirasi oleh dua penyair ini dalam memandang kebenaran dan kebaikan, saya menurunkan sebuah analogi mengenai perbedaan penginderaan bunyi kokok ayam dalam beberapa bahasa Nusantara. Jika ayam jantan yang sama berkokok di depan beberapa etnis berikut, bunyi yang ditangkap masing-masing adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Bunyi Kokok Ayam Jago (Jantan) Beberapa Bahasa Daerah Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO. DAERAH BAHASA BUNYI KOKOK&lt;br /&gt;1 Jawa (Tengah, Timur) Jawa kukuruyuuuk&lt;br /&gt;2 Jawa Barat Sunda kongkorongook&lt;br /&gt;3 Aceh Aceh 'uk uuk 'uuuk&lt;br /&gt;4 Kalimantan Barat Dayak Kanayatn koko oook?!&lt;br /&gt;5 Kalimantan Selatan Banjar kungkuuuk&lt;br /&gt;6 Sulawesi Utara Minahasa kukuru'uuk&lt;br /&gt;7 Nusa Tenggara Timur Tetun (Timor) kokorekooo&lt;br /&gt;8 Nusa Tenggara Timur Manggarai (Flores) kakorooo&lt;br /&gt;9 Nusa Tenggara Barat Bima kooko koko kokoo &lt;br /&gt;10 Sulawesi Selatan Bugis Kuk kuruuu yuuk&lt;br /&gt;11 Sulawesi Tengah Kaili tiitiirikua&lt;br /&gt;12 Sumatera Barat Minangkabau uk uk uk uk uak &lt;br /&gt;Sumber (sesuai dengan nomor urut): (1) Gr. Mujiono, (2) Ekarini Saraswati, (3) Teuku Alamsyah, (4) Regina, (5) Ahmad Ridhani, (6) Maxie Timbuleng, (7) Damianus Talok, (8) Agustinus Semiun, (9) Mayong Maman, (10) Salam, (11) Gazali Lemba, (12) Ramalis Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empati hebat juga diperlihatkaan oleh penyair wanita Malaysia yang paling akrab dengan Tanoh Rincong, yaitu Siti Zainon Ismail. Empati Siti Zainon merepresentasikan perasaan serupa yang dialami oleh orang Aceh. Di mata batinnya, seperti tsunami yang datang tiba-tiba dan menghanyutkan jutaan harapan, demikian pulalah Siti pulang ke Malaysia dalam keadaan tak bisa berkata-kata karena kehabisan kata. Empati itu terpatri dalam puisi dua larik berjudul Aku Pulang Tanpa Kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kau datang tiba-tiba&lt;br /&gt;aku pulang tanpa kata!&lt;br /&gt;Gombak, Kuala Lumpur, 26 Januari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti yang datang langsung ke Aceh beberapa hari pascatsunami ikut larut dalam kepiluan pengungsi, seperti yang direkam dalam puisi pendek berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUARA DI CELAH KHEMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir pun bergema,&lt;br /&gt;menyatu dalam angin pagi&lt;br /&gt;laut terbuka sebatas pandang&lt;br /&gt;di celah khemah pelupuk mata sayu,&lt;br /&gt;gundah gelana mereka&lt;br /&gt;dapatkah kau tangkap&lt;br /&gt;gelisah marah atau pasrah?&lt;br /&gt;Posko Kampus Darussalam, 21-01-2005; 06:50:12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dirasakan pengungsi, seperti yang dirasakan Siti bersama pengungsi, seperti itulah ia ingin bertanya kepada manusia lain: dapatkah kau tangkap/gelisah marah atau pasrah? Siti telah menangkapnya, Siti telah memasukkan jiwa 'ruh' pengungsi ke dalam tubuhnya. Siti telah merasakannya, sama dengan mereka.&lt;br /&gt;Empati yang sangat baik juga ditemukan dalam puisi Taufiq Ismail. Puisi panjangnya Membaca Tanda-Tanda sarat akan dimensi kemanusiaan yang mampu menggugah kesadaran insaniah untuk selalu hidup dalam kebersamaan: merasakan indah dan kelamnya hidup, suka dan duka bersama, bersama-sama. Dalam bait-bait berikut ini, misalnya, Taufiq menyentuh dinding nurani kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kita bayangkan dua puluh empat jam waktunya&lt;br /&gt;Berpuluh, beratus, beribu mayat bergelimpangan&lt;br /&gt;di tepi dan di tengah jalan raya&lt;br /&gt;bertumpukan di bawah puing-puing&lt;br /&gt;bergelantungan di pohon-pohon&lt;br /&gt;ditutupi koran, spanduk, bendera, plastik dan dedaunan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kita bayangkan air lautan berpacu luar biasa kencang&lt;br /&gt;Setinggi tiang listrik, semua dia terjang, semua dia habisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kita bayangkan tangisan yang keluar dari tenggorokan,&lt;br /&gt;Ratapan naik ke awan, jeritan menjalar ke seluruh kepulauan,&lt;br /&gt;Mencekam sebuah bangsa keseluruhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui diksi-diksi yang membangkitkan imaji, Taufiq telah menghadirkan kita ke sebuah tempat dalam sebuah suasana untuk turut menyaksikan dan merasakan bagaimana dahsyatnya tsunami yang melanda saudara kita di berbagai penjuru negeri. Inilah empati lintas kultural yang mampu menggelitik rasa kebersamaan seluruh anak bangsa (Indonesia) dan siapa pun yang membacanya. Klausa dapatkah kita bayangkan tidak hanya ditujukan kepada bangsa Indonesia, tetapi kepada semua anak manusia. Lebih jauh Taufiq yang memilih kata kita sebagai subjek aktif, menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita saksikan udara Aceh penuh mendung abu-abu warnanya&lt;br /&gt;Kita saksikan burung-burung kecil tak lagi berkicau pagi hari&lt;br /&gt;Kita saksikan puluhan mayat, ratusan mayat, ribuan mayat&lt;br /&gt;Kita saksikan puing, lumpur, potongan kayu, besi, bangkai kendaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa sekali, seakan Taufiq Ismail, bersama ribuan orang, sedang berdiri di pesisir Aceh: di Kajhu, Ulee Lheue, Lhoknya, Calang, dan Sigli. Mereka menyaksikan dengan matahati sembari berteriak lirih mengajak saudara-saudaranya yang lain untuk merasa-kan apa yang dialami korban tsunami. Di samping itu, Taufiq yang telah 'menjadikan diri' sebagai pengungsi yang kehilangan segalanya menulis.&lt;br /&gt;Semoga setiap botol air bersih sampai ke tenggorokan yang kehausan&lt;br /&gt;Semoga setiap bungkus biscuit sampai ke mulut bayi yang kelaparan&lt;br /&gt;Semoga setiap butir tablet sampai ke tubuh yang perlu disembuhkan&lt;br /&gt;Semoga setiap kursi roda yang akan menyangga cacatnya badan&lt;br /&gt;Semoga setiap rupiah dari jumlah yang milyarnya ratusan&lt;br /&gt;Benar-benar sampai kepada korban bencana yang memerlukan&lt;br /&gt;Jangan lagi ada penyelewengan bantuan&lt;br /&gt;Jangan lagi ada birokrasi yang jadi halangan&lt;br /&gt;Jangan lagi kita bergerak lamban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair religius ini -yang sangat memahami keadaan negerinya Indonesia, negeri yang sering 'memperkosa' bantuan kemanusiaan, yang sering habis di jalan- benar-benar berharap agar derita pengungsi Aceh jangan dimanfaatkan orang lain untuk bersenang-senang. Dalam hal ini, ia mengajak pekerja kemanusiaan berempati. &lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan W.S. Rendra, Si Burung Merak? Ternyata ia juga menulis sebuah puisi yang sangat menyentuh, mengenai seorang gadis Aceh, Di Mana Kamu De'Na. Saya kutip sebait puisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana kamu De'Na?&lt;br /&gt;Ketika tsunami melanda rumahmu&lt;br /&gt;apakah kamu lagi bersenam pagi&lt;br /&gt;dan ibumu yang janda&lt;br /&gt;lagi membersihkan kamar mandi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bait tersebut, secara imajinatif, Rendra seakan hadir di rumah De'Na, di Banda Aceh. Ia seakan berada dekat De'Na sambil memerhatikannya bersenam pagi dan juga menyaksikan ibunya yang sedang membersihkan kamar mandi. Biasanya, ketika menulis puisi imajinatif, imaji penyair benar-benar hadir pada sebuah tempat, sebuah situasi, sebuah suasana. Begitulah, dalam puisi ini Rendra ikut merasakan apa yang dirasakan subjek yang diamati, bahkan ia telah pula menjadi subjek itu, menjadi De'Na. Empati Rendra juga tampak dalam bait berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De'Na&lt;br /&gt;Apakah kamu sekarang lagi tersenyum &lt;br /&gt;Membaca sajakku semacam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah menariknya adalah empati yang diperlihatkan penyair Aceh. Hampir seluruh puisi mereka mencatat fakta empiris itu dengan mata batin yang tajam, sebagian besar memandangnya positif; dengan jiwa yang tabah, pasrah, dan optimis. Dalam kesempatan ini hanya diturunkan sebuah puisi karya Wiratmadinata. Empati Wira sungguh luar biasa, terkandung dalam hampir seluruh larik puisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BETAPA MALUNYA AKU MENULIS PUISI&lt;br /&gt;(untuk saudaraku di tanah kelahiran: Aceh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa malunya aku menulis bait-bait puisi ini &lt;br /&gt;Karena cintaku tak akan bisa mengatasi lukamu&lt;br /&gt;Bahkan beribu bait puisi yang paling indah pun&lt;br /&gt;Tak akan sebanding dengan seiris duka-deritamu.&lt;br /&gt;Apalah artinya syair dari seorang penyair&lt;br /&gt;Bagi hidup yang engkau lewati dengan getir&lt;br /&gt;Sedang engkau di sana berdiri dengan tegar&lt;br /&gt;Saat laut sedang membadai dan bumi bergetar&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;Betapa malunya aku menulis syair sederhana ini&lt;br /&gt;Karena cintaku tak akan bisa mengatasi perihmu saudara&lt;br /&gt;Bahkan berjuta baris puisi dan nyanyian terindah pun&lt;br /&gt;Tak akan sanggup menandingi kekuatan batinmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi izinkan aku ikut menangis bersama nyerimu&lt;br /&gt;Izinkan aku memelukmu dalam cinta yang lugu&lt;br /&gt;Katakan padaku apa yang tersimpan dalam tangismu&lt;br /&gt;Karena engkau jauh lebih mengerti arti semua ini&lt;br /&gt;5 Januari 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. CATATAN PENUTUP &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan puisi yang lahir karena diinspirasi tsunami Aceh menunjukkan bahwa karya sastra sering berpijak kepada fakta empiris. Fakta itu menjadi pokok, yang kemudian diolah dengan mata batin penyair dari berbagai sisi. Karena itu, puisi tidak hanya berlaku sebagai dulce (sisi indah), tetapi juga utile (sisi kegunaan); keduanya seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Demikian pulalah halnya puisi-puisi yang terkandung dalam antologi Ziarah Ombak memberikan manfaat yang baik dan indah bagi seluruh umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penyair yang optimis, tsunami dipandang sebagai langkah awal menuju Aceh baru, Aceh yang damai dalam bingkai cinta Sang Khalik dan seluruh lat batat kayèe batèe (alam dan seluruh isinya). Tsunami juga melahirkan pencerahan, termasuk dalam dunia kepenyairan. Di Indonesia misalnya, seperti disitir Ahmadun Y. Herfanda, puisi-puisi tentang tsunami bahkan sempat menjadi fenomema sastra Indonesia mutakhir, sehingga Hamsad Rangkuti menggagas lahirnya 'Angkatan Tsunami' dalam sastra Indonesia. Kejadian ini pula telah memungkinkan berkumpulnya wanita penyair dalam kebersamaan (dalam Ziarah Ombak). Kehadiran 10 wanita penyair dalam antologi yang sama adalah hal yang menggembirakan. Mereka adalah Siti Zainon Ismail, Rosni Idham, D. Keumalawati, Wina SW1, Rianda, Rita Dahlia, Jingga Gemilang, Faridah Roni, Dhe'na Mahdalena, dan Armiati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat Aceh sudah cukup lama menderita akibat konflik, disusul tsunami, kita berharap akan ada damai yang abadi di Aceh. Dan demi kemanusiaan serta perdamaian itu pula, semua orang harus berpikir sehat dan 'membawa' hati yang 'bersih', tidak munafik, seperti disuarakan A. Salam, penyair Singapura (dalam Edwin Thumboo, et all. Anthology of ASEAN Literature, 1985) dalam Kemanusiaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara tentang kemanusiaan&lt;br /&gt;pasti meminta akan segala kejujuran&lt;br /&gt;dari setiap detik syahdu hati&lt;br /&gt;yang merah bagai bebara api&lt;br /&gt;mengharap segala kepastian&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan hanya suka bercanda&lt;br /&gt;bermain dengan warna kata-kata&lt;br /&gt;sedang di depan mata terus&lt;br /&gt;bersua warna hitam di peta&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Namun kata-kata terus bicara&lt;br /&gt;tentang kemanusiaan demi kemanusiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari-hari ini adalah hari-hari di mana putra-putri Aceh sudah dapat kembali tersenyum bebas; senyum yang sempurna. Orang-orang tidak lagi mempermainkan senapan dan kiranya Yang Maha Penjaga merahmati semua manusia dalam kasih-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Mangunharjana. 1997. Isme-Isme dalam Etika dari A Sampai Z. Yogyakarta: Kanisius.&lt;br /&gt;D. Kemalawati dan Sulaiman Tripa (eds.). 2005. Antologi Puisi Ziarah Ombak. Banda Aceh: Lapena.&lt;br /&gt;Edwin Thumboo, et all (eds.). 1985. Anthology of ASEAN Literature. The Poetry of Singapura. Singapura: Published Under Sponsorship the ASEAN Committe on Culture dan Information.&lt;br /&gt;Kompas. 2005. Pascabencana Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa. 5/9/2005/p.13.&lt;br /&gt;Lorens Bagus. 2002. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia.&lt;br /&gt;Mohd. Harun al Rasyid. 2005. Lagu Pilu Orang Kuyu. Banda Aceh: Lapena.&lt;br /&gt;A. Teeuw. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra Pengantar Teori. Jakarta: Pustaka Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, Jawa Timur, 8 September 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1352251633433071775-2478850632484554650?l=musismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://musismail.blogspot.com/feeds/2478850632484554650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1352251633433071775&amp;postID=2478850632484554650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2478850632484554650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1352251633433071775/posts/default/2478850632484554650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://musismail.blogspot.com/2005/12/empati-lintas-kultural.html' title='Empati Lintas Kultural'/><author><name>ADMIN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
